Analis Sebut Jokowi Paling Bertanggung Jawab Atas Kerugian Kereta Cepat Whoosh
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kerugian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Pernyataan ini disampaikan oleh analis politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.
Kritik Terhadap Proyek Mercusuar
Ubedilah menyampaikan kritik pedas terhadap penanganan proyek KCJB Whoosh. Dalam dialog Rakyat Bersuara yang tayang di iNews, ia menegaskan, "Tanggung jawab presiden yang namanya Joko Widodo."
Proyek kereta cepat ini juga dikritik karena mengalami keterlambatan pengerjaan yang signifikan. Pembangunan yang dimulai pada 2016, baru dapat diselesaikan pada 2023.
"Di era modern, negara membangun sesuatu yang mercusuar tapi dengan cara tradisional," ujar Ubedilah menambahkan.
Potensi Masalah Anggaran dan Korupsi
Lebih lanjut, Ubedilah menyoroti kebijakan yang dinilai plin-plan dan tidak konsisten. Perubahan anggaran yang terus terjadi serta adanya pembengkakan biaya, menurut analisis politik, berpotensi menimbulkan praktik korupsi.
"Sangat wajar kalau proyek ini dibongkar," tegas Ubedilah, menyimpulkan evaluasinya terhadap proyek kereta cepat pertama di Indonesia tersebut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT