Presiden Prabowo Subianto ternyata tak bisa hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang digelar KPK. Ia sedang berada jauh, tepatnya di Pakistan, untuk urusan kerja sama bilateral. Kunjungan kenegaraan itu sudah berlangsung sejak Senin lalu dan baru berakhir hari ini.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi absennya presiden. Menurutnya, meski tak hadir fisik, esensi peringatan antikorupsi sama sekali tidak berkurang.
"Bapak Presiden belum berkesempatan hadir langsung karena sedang melaksanakan tugas kenegaraan lainnya," ujar Budi kepada awak media, Rabu (9/12/2025).
Ia menegaskan, pesan inti peringatan tahun ini adalah bahwa memberantas korupsi harus jadi kerja bersama. Semua elemen masyarakat perlu terlibat. Nah, hal ini rupanya sejalan dengan program yang diusung Prabowo.
"Komitmen Bapak Presiden untuk penguatan pemberantasan korupsi di Indonesia sudah jelas, tertuang dalam Asta Cita," sebut Budi lagi.
Acara puncak peringatan Hakordia 2025 sendiri digelar di Yogyakarta. Hadir sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Menteri Kominfo Meutya Hafid, Menag Nasaruddin Umar, hingga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tak ketinggalan, Wagub DKI Rano Karno dan beberapa menteri lain turut memenuhi undangan.
Jadi, sementara para pejabat berkumpul di Jogja, Prabowo sibuk dengan agenda diplomasinya di Islamabad. Dua agenda penting yang berjalan beriringan, meski terpisah jarak.
Artikel Terkait
PBNU Pastikan Persiapan Muktamar Agustus 2026 Berjalan Sesuai Rencana
SMAN 2 Kerinci Juara LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jambi, Siap Berlaga di Nasional
BMKG Catat Suhu Maksimum di Sejumlah Wilayah Indonesia, Jakarta Tembus 34,8 Derajat Celsius
Kemenhaj Siapkan Lima Pos Siaga di Masjid Nabawi Antisipasi Jamaah Haji Tersesat