Lalu, bagaimana dengan tindakan Virgoun? Menurut Agustinus, hal itu jelas-jelas tak bisa diterima. Ia menyebutnya sebagai sebuah pemaksaan yang berpotensi besar mengganggu kesehatan mental anak-anak. "Itu bagian dari kekerasan, sebetulnya. Kita harus memikirkan psikis anak-anak," tambahnya.
Namun begitu, masalahnya ternyata tak berhenti di situ. Agustinus mengungkapkan keluhan lain dari Inara. Setelah diambil paksa sejak November lalu, komunikasi antara ibu dan anak-anaknya ikut terputus. Inara seolah dibatasi.
Melihat rangkaian kejadian ini, Komnas PA tentu tak akan diam saja. Mereka khawatir anak-anak akan menanggung beban psikologis yang dalam akibat konflik orang tua.
Agustinus kembali menegaskan prinsipnya.
Kasus ini, di mata Komnas PA, sudah melampaui sekadar perselisihan pribadi. Ada unsur pelanggaran hukum dan yang lebih penting, ancaman terhadap kesejahteraan psikologis anak-anak yang harus diutamakan.
Artikel Terkait
My Chemical Romance Buka Tiket Konser Tunggal di Jakarta, Catat Tanggalnya!
Genangan Air di Jakarta Akhirnya Surut, BPBD: Tetap Waspada
Omar Tuding Trump Sebagai Dalang di Balik Serangan Cairan Misterius
Gaikindo Tegaskan Keanggotaan Neta Auto Masih Sah di Tengah Badai Restrukturisasi