Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang

- Minggu, 01 Februari 2026 | 03:15 WIB
Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang

GAZA Gencatan senjata yang seharusnya membawa ketenangan, sekali lagi hanya jadi catatan kaki yang berdarah. Sepanjang Jumat malam hingga Sabtu (31/1/2026), langit Gaza kembali bergemuruh. Serangan udara Israel yang bertubi-tubi menewaskan sedikitnya 37 orang, sebuah bukti nyata bahwa situasi di lapangan jauh dari kata damai.

Kekerasan itu menyebar ke berbagai titik. Menurut Dinas Pertahanan Sipil Gaza, hanya dalam serangan sejak Sabtu pagi saja, 32 nyawa melayang. Di antara mereka, ada anak-anak dan perempuan.

Seorang sumber medis Gaza yang berbicara kepada Anadolu memberikan gambaran yang lebih suram. Di Lingkungan Rimal, Kota Gaza, sebuah bangunan tempat tinggal dihantam. Korban berjatuhan: lima laki-laki, dua perempuan dewasa, dan tiga anak-anak tewas seketika.

Tragedi tak berhenti di sana.

Di Khan Younis, bagian selatan Gaza, sebuah tenda pengungsian di Asdaa menjadi sasaran. Serangan itu merenggut nyawa tujuh anggota satu keluarga: seorang kakek, tiga putranya, dan tiga cucunya yang masih belia. Mereka mencari perlindungan, justru menemui ajal.

Sementara itu, di lokasi lain seperti Al Tuffah, Kota Gaza, serangan terhadap gedung hunian menyebabkan sejumlah warga terluka. Jet-jet tempur Israel juga membombardir Jalan Al Jalaa dan kamp pengungsi Bureij di Gaza Tengah, meski untungnya tak ada korban jiwa yang dilaporkan dari serangan terakhir itu.

Namun begitu, intensitas serangan tampaknya tak kunjung mereda. Bahkan lokasi-lokasi yang seharusnya netral pun tak luput. Jet tempur Israel menyerang sebuah gedung pemerintah di kamp Ghaith, dekat Al Ribat College, Al Mawasi, Khan Younis. Gedung itu diketahui menampung ratusan pengungsi. Menurut laporan, serangan didahului peringatan evakuasi dan gempuran drone.


Halaman:

Komentar