Akibatnya, kebakaran hebat menjalar di tenda-tenda pengungsi. Tim Dinas Pertahanan Sipil Palestina di Khan Younis berjuang keras dan akhirnya berhasil memadamkan api tersebut.
Di sisi lain, sasaran tampaknya juga diperluas ke institusi. Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza menyatakan kantor polisi Sheikh Radwan di Kota Gaza dihantam. Serangan itu menyebabkan sejumlah petugas tewas dan luka-luka.
“Tiga belas warga tewas dalam serangan ke kantor polisi Sheikh Radwan. Empat di antaranya adalah polisi wanita,” ujar sumber medis setempat.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan orang-orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan. Harapan untuk menemukan mereka hidup-hidup kian menipis.
Korban terus berjatuhan. Di Lingkungan Al Nasr, Kota Gaza, tiga warga lagi tewas setelah sebuah rumah mereka dibombardir. Sebelumnya, pada hari Jumat, tentara Israel juga dilaporkan membunuh lima warga dalam insiden-insiden terpisah.
Angka-angka ini semakin mempertebal catatan kelam. Sejak gencatan senjata resmi berlaku pada 10 Oktober 2025, tercatat 524 warga Gaza tewas dan 1.360 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Kantor Media Gaza mencatat ada 1.450 kali pelanggaran yang dilakukan militer Israel dalam periode tersebut.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, gambaran kehancurannya sungguh memilinkan. Perang yang pecah sejak 7 Oktober 2023 telah merenggut hampir 71.800 nyawa dan melukai lebih dari 171.400 orang. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza hancur lebur. Sebuah lanskap kehancuran yang nyaris total, meninggalkan duka yang dalam bagi siapa pun yang selamat.
Artikel Terkait
Omar Tuding Trump Sebagai Dalang di Balik Serangan Cairan Misterius
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis
Gaikindo Tegaskan Keanggotaan Neta Auto Masih Sah di Tengah Badai Restrukturisasi
Waspada, Air Minum di Pesawat Ternyata Tak Sebersih yang Dibayangkan