tuturnya lagi.
Kolaborasi ini melibatkan nama-nama besar. Di sisi investor global ada Huayou dan EVE Energy dari China. Sementara dari dalam negeri, Antam menggandeng IBI dan DBL. Harapannya jelas: lewat kerja sama ini, transfer teknologi bisa benar-benar terjadi. Perusahaan nasional diharapkan tak selamanya jadi penonton, tapi kelak bisa menjadi tuan rumah di industri strategis ini.
Di sisi lain, Bahlil juga menekankan peran penting perusahaan daerah. Ekosistem baterai yang dibangun nanti akan melibatkan banyak pihak di tingkat lokal. Rencananya, pengembangan akan dilakukan di Jawa Barat, sementara untuk kegiatan tambang, smelter, dan pabrik hilirisasi akan dibangun di Maluku Utara, tepatnya di Halmahera Timur. Ini upaya agar manfaat ekonomi benar-benar menyentuh daerah.
kata Bahlil menutup penjelasannya dengan optimisme yang terasa.
Artikel Terkait
Saham Samsung Electronics Melonjak 5% Didorong Isyarat Kerja Sama dengan Nvidia
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR Tinjau Rehabilitasi Habitat Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Korlantas Polri Terapkan Sistem Satu Arah Sepenggal di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Macet Mudik
Menteri ESDM Sambut Angin Segar Kelonggaran Lintas Kapal di Selat Hormuz