"Sekarang ini mau tidak mau, beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka alirannya. Tujuannya satu: agar air bisa turun ke laut," ujar Pramono menjelaskan.
Namun begitu, ada kendala lain yang menghadang. Permukaan air laut saat ini masih relatif tinggi, sehingga memperlambat arus air yang hendak keluar. Meski demikian, Pramono memastikan semua upaya tetap dilakukan untuk mengatasi kenaikan air di Ciliwung.
"Cuma, ya, permukaan air lautnya juga masih tinggi. Jadi air dari Katulampa yang mulai masuk sejak jam 09.10 pagi tadi, sekarang pelan-pelan kita dorong agar menuju laut," tuturnya.
Semua langkah itu diambil untuk satu tujuan: meminimalisir dampak banjir di Jakarta, sambil terus memantau perkembangan dari hulu.
Artikel Terkait
Bonus Rp365 Miliar Cair untuk Atlet Peraih Emas ASEAN Para Games
Presiden Prabowo Perintahkan KAI Tingkatkan Kenyamanan Kereta dan Stasiun
Kapolda Sumsel Perintahkan Kesiapan Penuh Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Gratis dengan Bus Ramah Lingkungan