OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%

- Jumat, 30 Januari 2026 | 13:35 WIB
OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%

Laporan keuangan PT Bank OCBC NISP Tbk untuk tahun 2025 akhirnya dirilis. Hasilnya? Bank ini membukukan laba bersih sebesar Rp5,1 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan 4 persen dibanding periode sebelumnya. Tidak hanya laba, pendapatan operasionalnya juga ikut naik 10 persen, mencapai Rp13,1 triliun.

Di sisi lain, kinerja pembiayaan mereka cukup stabil. Pertumbuhan kredit tercatat 2 persen, menjadi Rp173,4 triliun. Yang menarik, rasio kredit bermasalah atau NPL berhasil dipertahankan di level yang aman, yakni 1,9 persen. Rasio pencadangannya pun terbilang sangat sehat, berada di angka 226 persen.

Likuiditas bank juga tampak kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) mereka mencapai 240,9 persen. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) melonjak cukup signifikan, naik 18 persen menjadi Rp243,5 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh giro dan tabungan yang tumbuh pesat 24 persen per tahun, hingga menyentuh Rp141,1 triliun.

Akibatnya, rasio CASA proporsi dana murah dari giro dan tabungan meningkat jadi 58 persen. Sebagai perbandingan, di tahun 2024 rasio ini masih 55,3 persen.

Presiden Direktur NISP, Parwati Surjaudaja, menekankan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada prinsip kehati-hatian.

“Sepanjang 2025, perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja Bank ke depan,” ujar Parwati dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).

Dari sisi permodalan, ada kabar baik. Tingkat kecukupan modal atau CAR mereka naik menjadi 24,5 persen, menguat dari posisi 23,6 persen di tahun sebelumnya. Ini tentu memberi ruang lebih luas untuk ekspansi bisnis ke depan.

Lalu, bagaimana dengan transformasi digital? Ternyata, di segmen ini NISP juga mencatatkan kemajuan yang impresif. Total volume transaksi digital mereka melesat 46 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aktif internet dan mobile banking yang naik 13 persen.

Bukan hanya ritel, nasabah korporasi juga ikut bertransaksi lewat digital. Pengguna aktif OCBC Business Mobile tumbuh 19 persen. Secara keseluruhan, nilai transaksi digital mereka sepanjang tahun lalu mencapai sekitar Rp1.500 triliun angka yang fantastis dan menggambarkan pergeseran kebiasaan nasabah.

Dengan semua capaian ini, NISP tampaknya berhasil melewati tahun 2025 dengan fondasi yang kian kokoh. Mereka berhasil menyeimbangkan antara ekspansi dan manajemen risiko, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar