Secara teknis, sidang akan berjalan dalam tiga tahap utama. Pertama, ada pemaparan data posisi hilal berdasarkan hitungan astronomi atau hisab. Setelah itu, masuk ke tahap verifikasi. Di sini, hasil laporan rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia akan dikroscek satu per satu.
"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," tambah Rokhmad.
Menurutnya, Kemenag punya pendekatan yang sudah baku. Untuk menentukan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, mereka selalu mengintegrasikan dua metode: Hisab dan Rukyah. Cara ini, kata dia, sejalan dengan fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004. Intinya, pemerintah ingin memastikan keputusan yang diambil punya dasar ilmiah dan syar'i yang kuat.
Rokhmad pun mengimbau masyarakat. Dia meminta semua pihak bersabar dan menunggu pengumuman resmi hasil sidang nanti. Daripada terburu-buru berspekulasi, lebih baik kita serahkan proses musyawarah itu kepada ahlinya di sidang isbat. Bagaimanapun, tujuan akhirnya adalah satu: menyatukan langkah umat dalam menjalankan ibadah.
Artikel Terkait
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026
Warga Berbondong-bondong, Lalu Lintas Tersendat: Syuting Film Korea dengan Lisa BLACKPINK Hebohkan Karawaci
Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, Pemerintah Beri Suntikan Darah Segar ke Pasar
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan