Jenazah Korban Pertama Kecelakaan ATR 42-500 Akhirnya Tiba di RS Bhayangkara

- Rabu, 21 Januari 2026 | 09:30 WIB
Jenazah Korban Pertama Kecelakaan ATR 42-500 Akhirnya Tiba di RS Bhayangkara

Dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya tiba di tangan Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel. Yang pertama adalah seorang pramugari, yang sudah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar sejak Selasa malam. Satu lagi, korban berjenis kelamin pria, baru saja tiba Rabu pagi ini.

Pantauan di lokasi menunjukkan, ambulans dari RSAU dr Dody Sardjoto membawa jenazah pria itu masuk ke halaman rumah sakit sekitar pukul 08.54 Wita. Suasana hening, hanya terpecah oleh langkah cepat petugas. Proses serah terima dari tim medis TNI AU ke Tim DVI berlangsung singkat dan khidmat. Tak lama setelahnya, jenazah langsung dievakuasi ke ruang khusus untuk menjalani proses identifikasi.

Padahal, jenazah pria ini adalah korban pertama yang ditemukan tim SAR. Ia sudah terlihat di jurang sedalam 200 meter di Gunung Bulusaraung sejak Minggu siang. Namun, medan yang terjal ternyata menyulitkan evakuasi. Butuh waktu hingga Rabu pagi untuk akhirnya bisa dibawa ke Lanud Hasanuddin, Maros.

Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan situasinya.

"Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin dari Basarnas (Heli) HR-3601 berangkat ke Lampeso (Kabupaten Maros)," ujarnya kepada wartawan.

Namun begitu, ada cerita lain di balik proses yang berlarut-larut ini. Ternyata, tim SAR justru lebih dulu mengevakuasi jenazah korban kedua sang pramugari yang ditemukan Senin di lokasi yang lebih dalam, 500 meter. Menurut penjelasan tim di lapangan, medan di sekitar jenazah pramugari dinilai lebih memungkinkan untuk dievakuasi dengan cepat. Kontur bukit yang berbeda sangat mempengaruhi keputusan dan kecepatan operasi.

Jenazah pramugari sendiri telah lebih dulu tiba di RS Bhayangkara pada Selasa malam, tepatnya pukul 22.28 Wita, menggunakan ambulans TNI. Saat ambulans itu merapat, suasana makin haru. Proses penyerahan jenazah ke tim DVI kali itu disaksikan langsung oleh sejumlah keluarga korban, yang tentunya menanti kepastian di tengah duka yang mendalam.

Kini, dengan telah diterimanya kedua jenazah, tugas berat Tim DVI untuk mengungkap identitas resmi mereka pun dimulai. Upaya pencarian dan evakuasi untuk korban lainnya diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar