“KBRI Teheran harus aktif mengimbau seluruh WNI di Iran agar selalu waspada,” tuturnya.
Imbauan itu termasuk mengikuti arahan resmi dan menyiapkan langkah darurat. Ya, untuk skenario terburuk sekalipun, misalnya jika perang benar-benar pecah antara kedua negara adidaya itu.
Intinya, bagi politisi ini, keselamatan warga negara harus jadi prioritas utama di tengah konflik internasional mana pun. Ia berharap pemerintah bisa bergerak cepat, baik secara diplomatik maupun logistik.
“Negara harus hadir dan memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan maksimal di tengah situasi global yang semakin kompleks,” tegas Soleh.
Harapannya jelas: jalur komunikasi dengan WNI di Iran tetap terbuka dan responsif, sehingga tak ada yang merasa sendirian jika krisis benar-benar terjadi. Situasinya memang rumit, tapi antisipasi yang matang bisa mengurangi risiko.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Menteri Agama Pimpin Langsung
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan
Minyak Kita Rp18.000, Amran Geruduk Pasar Padalarang