BTN Pacu Pertumbuhan, Rumah Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung hingga 2026

- Kamis, 29 Januari 2026 | 09:50 WIB
BTN Pacu Pertumbuhan, Rumah Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung hingga 2026

Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi, sektor perumahan subsidi justru menunjukkan gigihnya. PT Bank Tabungan Negara (BTN) punya keyakinan kuat: segmen inilah yang akan tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan mereka hingga 2026 nanti. Optimisme ini bukan tanpa alasan. Permintaan rumah pertama dari kalangan milenial dan Gen Z ternyata masih sangat tinggi, terutama di kota-kota penyangga kawasan industri.

Menurut Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN, ketahanan segmen ini sudah teruji. "Justru rumah subsidi itu jadi backbone ya," ujarnya. Alasannya sederhana namun kuat: ini adalah kebutuhan pokok. "Kebutuhan mengenai rumah pertama justru gak turun, malah meningkat. Jadi ini segmen yang resilient," tambah Bowo, sapaan akrabnya.

Ia menyebutkan, pada tahun lalu saja, penyaluran kredit untuk rumah subsidi oleh BTN mampu meroket lebih dari 7 persen. Angka ini, dalam pandangannya, cukup baik dan bahkan melampaui pertumbuhan pasar secara umum.

Percakapan ini terjadi di sela-sela gelaran BTN Expo 2026 di Jakarta, Rabu (28/1). Untuk tahun yang sama, targetnya jauh lebih agresif. BTN membidik pertumbuhan di atas 10 persen. Rinciannya, mereka memproyeksikan pemesanan untuk 210.000 unit rumah subsidi baru.

"210.000 rumah baru yang di booking tahun ini, rumah subsidi," tegas Bowo.

Dari jumlah tersebut, sekitar 140.000 unit akan disalurkan lewat jalur konvensional, sementara 73.000 unit lainnya melalui skema syariah. Daerah andalan seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera diprediksi tetap menjadi kunci pertumbuhan. Fokusnya mengarah ke kawasan suburban baru yang muncul seiring menggeliatnya industri manufaktur.

Namun begitu, ada tantangan yang mulai diantisipasi. Saat ini, pasar masih didominasi rumah tapak. Tapi di daerah urban, kebutuhan akan hunian vertikal atau apartemen makin mendesak. Untuk menjawab ini, BTN mendorong usulan perluasan limit subsidi hingga Rp750 juta.

"Di daerah urban justru perlu perluasan. Bisa high rise tentunya butuh limit yang lebih besar. Makanya diusulkan adanya limit subsidi untuk segmen menengah sampai dengan 750 juta," jelas Bowo.

Gelaran BTN Expo 2026 sendiri menjadi wadah transformasi bank pelat merah ini. Dengan tema “Build, Battle, and Beat”, mereka berupaya menjawab tantangan lewat inovasi di tiga pilar: perumahan, gaya hidup, dan bisnis. Bowo menekankan bahwa pertumbuhan yang sehat bukan sekadar soal angka.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi tentang kualitas. Tentang bagaimana model bisnis dibangun dengan fondasi yang kokoh," katanya.

Sejalan dengan itu, melalui expo tahunan ini BTN menargetkan akuisisi 20.000 hingga 25.000 nasabah baru. Target tersebut sejalan dengan strategi digitalisasi dan fokus memperkuat pembiayaan bagi generasi muda.

"Jadi kita berharap dari BTN Expo 2026 ini bisa mencapai kurang lebih 20.000-25.000 user baru melalui program-program yang kita kembangkan," pungkas Bowo.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar