Seskab dan Wakil Panglima TNI Bahas Percepatan Program Strategis hingga Pemulihan Pascabencana

- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:15 WIB
Seskab dan Wakil Panglima TNI Bahas Percepatan Program Strategis hingga Pemulihan Pascabencana

Selasa lalu, suasana di Kantor Sekretariat Kabinet tampak berbeda. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kedatangan tamu penting: Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Pertemuan yang berlangsung pada 27 Januari 2026 ini bukan sekadar kunjungan formal biasa.

Lebih dari itu, momen ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mempererat sinergi. Antara pemerintah dan institusi tentara, khususnya dalam mendorong program-program strategis nasional agar berjalan lebih cepat. Tentu saja, peran TNI di sini dianggap krusial, terutama untuk kebijakan yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak.

Melalui unggahan di Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Seskab tak menyembunyikan rasa hormatnya.

"Suatu kehormatan besar menerima kedatangan Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, di Kantor Sekretariat Kabinet,"

tulisnya.

Lalu, apa saja yang dibahas? Rupanya, obrolan mereka menyentuh beberapa program prioritas. Dukungan TNI disebut akan dioptimalkan untuk percepatan pelaksanaannya.

Menurut Seskab, pembahasan mencakup Program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak ketinggalan, program Kampung Nelayan juga masuk dalam agenda.

"Diantaranya Program Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan, serta percepatan pembersihan dan pemulihan pascabencana di Sumatra,"

jelas Teddy Indra Wijaya.

Nah, poin terakhir soal penanganan pascabencana di Sumatra ini menarik. Ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya di bidang pertahanan semata, tetapi juga dalam pemulihan dan pembangunan. Pertemuan singkat itu, meski mungkin tak lama, diharapkan bisa jadi pemantik kolaborasi yang lebih solid ke depannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar