Hujan deras masih mengguyur Jakarta, dan jalanan berlubang pun jadi pemandangan yang makin sering kita lihat. Tapi, jangan harap lubang-lubang itu akan segera ditambal dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan tegas menyatakan bahwa perbaikan jalan pasca banjir sengaja ditunda dulu.
Alasannya sederhana tapi masuk akal: cuaca. Menurut Pramono, curah hujan yang masih tinggi bakal bikin segala upaya penambalan jadi sia-sia. Bayangin aja, aspal baru dikeruk dan diuruk, eh besoknya hujan lebat lagi. Pasti langsung rusak dan terkelupas. Itu namanya buang-buang anggaran dan tenaga.
"Tetapi sekali lagi, karena sampai dengan tanggal 1 (Februari), curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,"
Ujarnya di Jakarta Utara, Selasa lalu. Dia bilang, cuaca ekstrem ini diprediksi bakal berlangsung sampai awal Februari 2026. Jadi, Dinas Bina Marga yang sebenarnya sudah siap siaga, terpaksa menahan diri.
Bukannya tanpa bukti, Pramono kasih contoh nyata. Baru-baru ini di Jalan Gatot Subroto, perbaikan darurat yang dia perintahkan langsung akhirnya rusak lagi. Kerja keras itu seolah-olah lenyap ditelan hujan.
"Itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto. Karena saya memerintahkan secara langsung,"
katanya, mengakui bahwa pengerjaan di tengah hujan deras memang tidak akan optimal.
Nah, di sisi lain, Pramono mau pastikan bahwa nantinya perbaikan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam. Dia janji, begitu intensitas hujan mulai mereda, yang akan dikerjakan adalah pengaspalan baru secara menyeluruh. Prosesnya memang butuh waktu lebih lama, tapi hasilnya diharapkan lebih tahan lama.
"Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih, bukan hanya menambal, tetapi membuat apa, aspal yang baru dan itu perlu waktu. Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga begitu curah hujannya berkurang untuk dilakukan,"
tegasnya.
Lalu soal anggaran? Gubernur dengan lugas menyatakan bahwa biaya sama sekali bukan kendala. Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan dananya.
"Karena budget-nya enggak jadi masalah untuk Jakarta,"
kata Pramono menegaskan. Intinya, masalahnya bukan di uang, tapi di timing yang tepat agar pekerjaan tidak sia-sia. Masyarakat pun diminta untuk bersabar sedikit menunggu cuaca yang lebih bersahabat.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026
Wagub Jakarta Rano Karno Melayat Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Bantuan Pemprov Mengalir