Lalu, bagaimana mekanisme penyalurannya agar tepat sasaran? Gus Ipul memaparkan, semua berangkat dari satu data nasional yang sumbernya BNPB. Data itu lalu ditetapkan oleh kepala daerah dalam daftar nominatif (BNBA) dan tak lupa divalidasi oleh Kemendagri.
“Setelah data final, bantuan disalurkan lewat Himbara atau Pos Indonesia,” jelas Gus Ipul.
“Tentu kemudian nanti ada proses laporan penyaluran dan kita akan sama-sama untuk bisa mendampingi agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga penerima manfaat.”
Pendampingan di lapangan ini nantinya melibatkan banyak pihak. SDM Kemensos akan turun bersama pemerintah daerah, dibantu pendamping PKH, Tagana, Pordam, Karang Taruna, dan elemen kesejahteraan sosial lainnya. Tujuannya ganda: memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar sekaligus memperkuat sistem pelaporan.
Dari segi anggaran, kebutuhan untuk pemulihan pascabencana di Sumatera ini tidak kecil. Diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Gus Ipul mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menyiapkan dana tersebut secara bertahap.
Menutup penjelasannya, Gus Ipul kembali menegaskan prinsip yang dianut. “Sebagaimana arahan Presiden, kita harapkan penyalurannya cepat tapi tetap prudent, tetap berhati-hati dan tepat sasaran,” katanya.
Artikel Terkait
Waspada Leptospirosis, Ancaman Tak Kasat Mata Usai Banjir Melanda
KSSK: Sistem Keuangan RI Tangguh Hadapi Gejolak Global di 2026
Takaichi Pasang Taruhan: Mundur Jika Koalisi Tak Kuasai Mayoritas Kursi
Demi Utang Rp35 Juta, Anak di Lombok Barat Bunuh dan Bakar Ibunya Sendiri