Lalu, dari mana saja mereka datang? Data kumulatif sejak Whoosh beroperasi punya jawabannya. Peringkat teratas diduduki oleh wisatawan asal Malaysia dengan total fantastis: 298.531 penumpang. Posisi kedua adalah Singapura dengan 83.371 penumpang, disusul China (59.893), Jepang (32.176), dan Korea Selatan (21.974).
Bagi Eva, ini lebih dari sekadar angka. Whoosh, katanya, sudah jadi bagian dari pengalaman berwisata itu sendiri.
"Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan asing di Indonesia. Konsistensi penggunaan oleh wisatawan dari berbagai negara menunjukkan daya saing layanan Whoosh di tingkat internasional,"
Jadi, lonjakan 60 persen itu bukan kebetulan. Ini cerita tentang bagaimana sebuah layanan transportasi baru bisa mendapat tempat, tak hanya di hati masyarakat lokal, tapi juga para pelancong dari mancanegara.
Artikel Terkait
Rencana Gaza Trump Picu Ancaman Mundur dari Kabinet Netanyahu
Veloz Hybrid Cetak 4.000 Pesanan, Toyota Siapkan Tiga Model Baru di IIMS
Toyota Indonesia Waspadai Tarif, Ekspor ke Venezuela Tetap Lancar
Jenazah Sandera Terakhir Ditemukan, Janji Netanyahu Soal Rafah Masih Menggantung