Rencana relokasi untuk warga korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, kini mulai digodok serius. Pemerintah pusat dan daerah tak mau berlama-lama. Setelah fase tanggap darurat dan pencarian korban, fokus mereka beralih ke solusi jangka panjang: memindahkan warga dari zona rawan bencana.
Lokasinya di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu. Wilayah itu dinilai masih sangat berbahaya. Ancaman longsor susulan masih mengintai, jadi relokasi dianggap sebagai langkah paling tepat untuk mencegah korban bertambah.
Menteri Koordinator PMK, Pratikno, mengungkapkan hal ini. Ia menyebut Wakil Presiden sudah duduk bersama dengan jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Gubernur dan Bupati, untuk membahas rencana pemindahan warga.
“Identifikasi lahan diminta untuk segera dilakukan,” tegas Pratikno dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Intinya, kata dia, warga harus segera dipindahkan agar terhindar dari risiko bencana susulan. Koordinasi antar kementerian dan pemda pun digenjot. Tujuannya satu: proses relokasi harus cepat, aman, dan berkelanjutan. Tak cuma itu, Klaster Pemulihan juga sudah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus merancang langkah mitigasi ke depannya.
Namun begitu, prioritas utama saat ini tetap penyelamatan jiwa. Operasi SAR masih berjalan 24 jam non-stop. Situasinya memang mendesak, mengingat puluhan warga masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
“Yang kami utamakan adalah penyelamatan jiwa. Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan tanpa henti karena masih sekitar 80 warga yang dalam pencarian,” jelas Pratikno.
Jadi, dua langkah berjalan beriringan: evakuasi dan pencarian korban di satu sisi, persiapan relokasi di sisi lain. Pemerintah berharap, dengan pindah ke lokasi yang lebih aman, warga bisa membangun kehidupan baru. Lebih layak, dan yang paling penting, jauh dari ancaman longsor yang mengerikan.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Kunjungi Indonesia pada 15 Juni 2026, Perkuat Kemitraan Strategis
Polisi Amankan Dua Orang Bawa Bom Molotov Saat Hendak Susup ke Aksi Mahasiswa di Jakarta
KPK Sita Rp59 Juta, Valas, hingga Dua Mobil Porsche dari Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Iran Konfirmasi Rancangan Nota Kesepahaman dengan AS, Bahas Selat Hormuz hingga Sanksi