Banjir Landa Delapan Kampung di Cigudeg Bogor, 199 Rumah Terendam

- Minggu, 19 April 2026 | 10:50 WIB
Banjir Landa Delapan Kampung di Cigudeg Bogor, 199 Rumah Terendam

Hujan tak henti-hentinya mengguyur wilayah Cigudeg, Bogor, sejak Sabtu lalu. Akibatnya, tiga sungai di sana Cisuda, Cidangdeur, dan Cibungur tak kuasa menahan debit air. Luapannya pun menerjang Desa Rengas Jajar, menggenangi delapan kampung dalam sekejap.

Rumah-rumah warga tak berkutik. Air berwarna cokelat pekat itu masuk hingga ke dalam, memaksa penghuninya bergegas menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Adegan chaos itu terekam dalam video yang kini beredar luas di media sosial, menunjukkan betapa derasnya arus banjir menerjang pemukiman.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, laporan pertama masuk ke BPBD sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu malam.

"Dikarenakan hujan intensitas deras dalam waktu yang lama di wilayah tersebut sehingga menyebabkan air Kali Cisuda, Kali Cidangdeur dan Kali Cibungur meluap," jelas Adam, Minggu (19/4/2026).

Dia melanjutkan, dampaknya cukup serius. Tak kurang dari 199 rumah yang dihuni 658 jiwa terendam banjir. Mereka tersebar di empat kampung: Lebak Wangi Pasar, Pasir Sereh, Lebak Wangi Girang, dan Kedaung.

"Fasilitas umum terdampak di antaranya pondok pesantren di Kampung Lebak Wangi Hilir dan pondok pesantren di Kampung Pasir Sereh," imbuhnya.

Kabarnya, tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun begitu, situasinya belum sepenuhnya normal. Sebanyak 23 orang dari 6 keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Kautsar di Kampung Lebak Wangi Pasar.

"Untuk korban yang mengungsi di Masjid Al-Kautsar dikarenakan kondisi rumah penuh dengan lumpur," kata Adam.

Saat ini, air memang sudah surut. Tapi yang tersisa adalah lapisan lumpur tebal di dalam rumah-rumah warga. Pembersihan masih terus dilakukan, sementara langit di atas Bogor masih terlihat kelabu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar