Bapanas Siapkan 700 Ribu Kiloliter Minyak Goreng untuk Jaga Harga Ramadan

- Minggu, 25 Januari 2026 | 20:20 WIB
Bapanas Siapkan 700 Ribu Kiloliter Minyak Goreng untuk Jaga Harga Ramadan

Menjelang Ramadan, isu stabilitas harga kebutuhan pokok kembali mencuat. Pemerintah, lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas), berusaha meyakinkan publik bahwa harga minyak goreng akan dijaga. Khusus untuk MinyaKita, harganya tak boleh melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan: Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

Amran Sulaiman, yang menjabat sebagai Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, membuka pernyataannya dengan mengingatkan masa-masa sulit. Dulu, minyak goreng sempat langka dan harganya melonjak tak karuan. Bagi Amran, situasi itu sama sekali tidak masuk akal. Bagaimana mungkin negara produsen minyak sawit terbesar di dunia mengalami kelangkaan seperti itu?

"Masih ingat tidak? Minyak goreng dulu pernah langka. Masuk akal tidak bisa terjadi itu? Tapi kita produsen terbesar dunia. (Jadi) tahun ini ditindak. Aku minta ditindak. Tidak ada imbauan. Tindak yang ada kalau ingin main-main," tegas Amran, Minggu (25/1/2026).

Peringatannya jelas. Pemerintah tak akan segan mengambil langkah tegas terhadap spekulan atau pihak yang mencoba memainkan harga. Di sisi lain, Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja demi kepentingan semua pihak, dari hulu ke hilir, agar bisa tumbuh bersama. Peran BUMN pun diperkuat sebagai penjaga pasokan dan penyeimbang pasar jika terjadi kekosongan.

Strategi ini punya payung hukum yang kuat, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025. Aturan itu mewajibkan produsen menyalurkan setidaknya 35% dari realisasi Domestic Market Obligation (DMO) MinyaKita kepada Bulog atau BUMN pangan sebagai distributor utama.

Hasilnya? Volume DMO yang disalurkan ke BUMN melonjak drastis. Dari yang sebelumnya hanya berkisar 60-70 ribu kiloliter, kini angkanya membengkak menjadi 700 ribu kiloliter. Stok dalam jumlah besar itu kini ada di gudang Bulog dan ID FOOD.

"Sekarang 700 ribu KL. Minyak goreng ada di Bulog dan ID FOOD. Jadi pemerintah harus hadir. Nanti operasi pasar, baru sekarang Bulog besar-besaran. 700 ribu kiloliter kita siapkan. ID FOOD dengan Bulog," papar Amran.

Dengan stok yang melimpah, pemerintah merasa lebih siap untuk turun tangan langsung melalui operasi pasar. Langkah ini dianggap penting untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, terutama saat Ramadan dan Idulfitri nanti. Data terbaru menunjukkan, Cadangan Pangan Pemerintah untuk MinyaKita per 22 Januari 2026 sudah mencapai 7 ribu kiloliter.

Sebagai informasi, produksi minyak sawit Indonesia tahun 2024 tercatat sangat besar: 45,44 juta ton. Ekspornya mencapai 22,98 juta ton, membuat Indonesia menguasai hampir separuh (48,38%) pangsa pasar ekspor minyak sawit global. Posisi ini tentu memperkuat argumen bahwa kelangkaan seharusnya tak terjadi.

Soal harga, rinciannya sudah diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan. Harga maksimal di tingkat distributor pertama (D1) Rp13.500 per liter, lalu naik bertahap di tingkat berikutnya, hingga puncaknya di angka Rp15.700 per liter untuk konsumen akhir. Skema ini diharapkan bisa menjaga kestabilan dari pabrik hingga ke dapur masyarakat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar