Aromanya yang tajam memang tak disukai semua orang. Tapi bagi para penggemarnya, durian tetaplah si raja buah yang tak tergantikan. Nah, di antara banyak jenis durian di Indonesia, ada satu yang benar-benar beda: durian merah dari Banyuwangi.
Keunikan itulah yang akhirnya membawanya pada sebuah pengakuan resmi. Belum lama ini, komoditas hortikultura khas Jawa Timur itu resmi ditetapkan sebagai Produk Indikasi Geografis (IG). Ini sekaligus mencatatkan sejarah, karena durian merah Banyuwangi adalah durian pertama di tanah air yang menyandang sertifikat IG, setelah proses pengajuan panjang sejak tahun lalu.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pun menyambut gembira kabar ini.
"Alhamdulillah sertifikat IG durian merah Banyuwangi sudah terbit, dan ini pertama yang ada di Indonesia untuk durian merah," katanya.
Apa sih Istimewanya Durian Merah Ini?
Pertanyaan itu pasti langsung terlintas. Jawabannya bisa langsung kamu lihat begitu buahnya dibelah. Warna dagingnya merah menyala, bukan kuning biasa. Cita rasanya khas, aromanya kuat dan khas. Namun begitu, keunikan itu bukanlah kebetulan.
Semua itu lahir dari perpaduan spesial kondisi alam Banyuwangi. Faktor tanah, iklim, dan ketinggian wilayah memainkan peran besar. Menurut Ilham Juanda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, faktor alam tadi berkolaborasi dengan kearifan lokal. Teknik budidaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat turut membentuk kekhasan buah ini.
Durian merah Banyuwangi juga termasuk langka. Saat ini, baru ada enam pohon induk yang terdaftar dalam IG. Namanya unik-unik: balqis, SOJ, gandrung, sayu wiwit, tawangalun, dan madu blambangan. Setiap pohonnya bisa menghasilkan rata-rata empat ton buah.
“Sejak 2015, tercatat sudah 12 jenis durian lokal Banyuwangi yang didaftarkan sebagai varietas unggul. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan durian merah,” jelas Ilham.
Sebagai langkah konkret pasca-penetapan, sertifikat Indikasi Geografis itu telah diserahkan kepada Masyarakat Perlindungan IG Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon. Sebuah langkah awal untuk menjaga keaslian dan cerita di balik setiap buah merah yang istimewa ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Dampak Perang di Selat Hormuz
Kapal Pesiar Miliarder Rusia yang Disanksi AS Lintasi Selat Hormuz Tanpa Hambatan
Menhub Evaluasi Sistem Elektrifikasi dan Palang Pintu KRL Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Rejuvenasi Peninsula Island di The Nusa Dua Capai 14,42 Persen, Akses Water Blow Hampir Rampung