Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan keras lewat media sosial Truth Social, Minggu lalu. Isinya? Peringatan bahwa Angkatan Laut AS yang ia sebut terbaik di dunia akan mulai memblokade semua kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz. Tak main-main, ancamannya ditujukan ke Iran dan bahkan kapal pihak ketiga. "Akan dihancurkan," tulisnya singkat.
Namun begitu, rencana Washington itu tampaknya tak mendapat dukungan dari sekutu lamanya, Inggris. Menurut sejumlah sumber yang diwawancarai The Telegraph, Inggris enggan ikut serta dalam operasi blokade tersebut. Posisi London ini bukan kali pertama muncul.
Hubungan kedua negara memang sedang tidak hangat. Baru-baru ini, Perdana Menteri Keir Starmer bahkan menolak permintaan Trump untuk menggunakan pangkalan militer Inggris sebagai titik serang awal terhadap Iran. Ketegasan Starmer ini menuai kritik dari Trump, yang terus mendesak dukungan untuk operasi militernya.
Dalam sebuah wawancara dengan ITV pekan lalu, Starmer kembali menegaskan sikap independen negaranya.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin