Davos kembali ramai. Di tengah salju dan perbincangan global di World Economic Forum (WEF) 2026, Indonesia datang dengan agenda yang jelas: mendorong industri nasional agar tak sekadar numpang lewat, tapi benar-benar terikat dalam rantai pasok dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan hal itu. Menurutnya, momentum WEF harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kesiapan Indonesia.
"Arah kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah difokuskan pada pendalaman struktur industri, peningkatan keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta perluasan jejaring industri nasional," ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Nada bicaranya tegas. Investasi asing yang diincar bukanlah yang sekadar membawa uang tunai, melainkan yang membawa dampak riil bagi kemampuan industri dalam negeri.
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata," tegas Menperin.
Artikel Terkait
Jalan Simaninggir Mulai Dibuka, Akses Motor Kembali Mengalir
Kekalahan Dramatis Liverpool Picu Badai Tekanan untuk Arne Slot
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas