"Hari ini, saya juga memerintahkan melaksanakan OMC, minimum dua dan maksimum tiga kali. Sehingga penyintas banjir yang mengungsi segera kembali ke rumah masing-masing,"
tambahnya.
Memang, curah hujan belakangan ini terbilang ekstrem. Pramono mengungkap data, sejak 12 Januari rata-rata akumulasinya mencapai 200 milimeter. Bahkan, puncaknya terjadi pada 18 Januari. Saat itu, beberapa lokasi di Jakarta mencatat intensitas hujan hingga 260 milimeter. Angka yang cukup tinggi dan tentu saja bikin sistem drainase keteteran.
“Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi banjir,” tutupnya. Ya, usaha itu yang dinanti-nanti warga. Semoga saja langkah normalisasi dan OMC kali ini membawa hasil. Jakarta butuh napas lega dari ancaman banjir.
Artikel Terkait
Meta Cabut Sementara Fitur Karakter AI untuk Remaja di Facebook dan Instagram
Pejabat AS Soroti Maraknya Penipuan Online dalam Pertemuan Anti-Perbudakan di Jakarta
Trump Bongkar Senjata Rahasia Discombobulator dalam Operasi Gagal Tangkap Maduro
Singapura Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Ambil Posisi di Peta Persaingan AI Global