"Hari ini, saya juga memerintahkan melaksanakan OMC, minimum dua dan maksimum tiga kali. Sehingga penyintas banjir yang mengungsi segera kembali ke rumah masing-masing,"
tambahnya.
Memang, curah hujan belakangan ini terbilang ekstrem. Pramono mengungkap data, sejak 12 Januari rata-rata akumulasinya mencapai 200 milimeter. Bahkan, puncaknya terjadi pada 18 Januari. Saat itu, beberapa lokasi di Jakarta mencatat intensitas hujan hingga 260 milimeter. Angka yang cukup tinggi dan tentu saja bikin sistem drainase keteteran.
“Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi banjir,” tutupnya. Ya, usaha itu yang dinanti-nanti warga. Semoga saja langkah normalisasi dan OMC kali ini membawa hasil. Jakarta butuh napas lega dari ancaman banjir.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman, Impor Beras Dibatalkan
Menteri Keuangan: Fondasi Ekonomi Kunci Stabilitas Rupiah
Pemerintah Imbau Warga Tunda Keberangkatan Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah
OJK Proyeksikan Kredit UMKM Tumbuh 7-9% pada 2026