Lalu bagaimana dengan operasional usahanya? Solihin memastikan, sejauh ini belum ada laporan toko atau pabrik yang terpaksa tutup karena cuaca ekstrem. Masalah yang muncul lebih ke hal-hal seperti keterlambatan karyawan atau konsumen sampai ke lokasi.
"Aktivitas masih berjalan normal," tegasnya.
Sebagai Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Solihin juga menyoroti sisi distribusi. Ia bilang, sektor ritel sebenarnya cukup aman. Pasalnya, setiap gerai biasanya punya cadangan stok atau buffer stock yang cukup.
Cadangan itu bisa bertahan hingga sekitar seminggu. Jadi, meski pengiriman barang terlambat sehari dua hari karena banjir atau macet parah, stok di toko masih bisa mengcover.
"Rata-rata ritel punya buffer stock yang bisa mencukupi sampai sekitar satu minggu," jelasnya.
Dengan berbagai pertimbangan itu, AMRT sendiri tetap optimistis bisa membukukan kinerja bagus di kuartal pertama 2026. Tantangan yang sesungguhnya justru diperkirakan muncul setelah Lebaran usai. Saat permintaan melandai dan jarak menuju musim belanja puncak berikutnya masih jauh.
"Untuk kuartal satu kami sangat optimistis. Setelah itu yang perlu dipikirkan bagaimana menjaga penjualan tetap stabil," pungkas Solihin.
Artikel Terkait
Polri Imbau Masyarakat Laporkan Pemaksaan THR Jelang Lebaran
Menteri ATR Tegaskan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Meski Ada Kebijakan WFA
Transformasi BRI Berbuah, Rasio CASA Kuat di 70,6% dan DPK Tembus Rp1.467 Triliun
Menko Infrastruktur AHY Perintahkan PU Kerja Pagi-Siang-Malam Siapkan Jalan untuk Mudik 2026