Namun begitu, fokus BNPB tak hanya tertuju di Pulau Jawa. Di Sumatera dan Jawa Tengah, operasi serupa masih terus berjalan. Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masing-masing satu pesawat disiagakan untuk menangani dampak banjir bandang. Sementara di Jawa Tengah, dua pesawat berusaha 'mengeringkan' wilayah yang terendam, mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Lantas, apa yang mendasari kewaspadaan tinggi ini? BMKG memprediksi bahwa pada dasarian ketiga Januari nanti, hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi akan melanda banyak wilayah. Daerah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur bahkan berpotensi mengalami hujan kategori tinggi. Yang paling mengkhawatirkan adalah Maros di Sulawesi Selatan, yang masuk dalam kategori 'sangat tinggi' dengan curah hujan diperkirakan melampaui 300 mm.
Menyikapi hal ini, BNPB pun mengeluarkan imbauan keras. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, diminta untuk selalu memantau prakiraan cuaca. Bersiap-siap itu penting. Mulai dari menyimpan dokumen berharga di tempat aman, menyiapkan tas siaga bencana, hingga mengetahui jalur evakuasi terdekat. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat hujan turun lama dan lebat. Jika kondisi dirasa membahayakan, evakuasi mandiri harus segera dilakukan.
Operasi di langit terus berlanjut. Di bawah, kesiapsiagaan pun harus diperkuat. Cuaca memang tak bisa sepenuhnya dikendalikan, tapi dampak buruknya bisa diupayakan untuk diminimalisir.
Artikel Terkait
Tahun Keempat Beruntun, Populasi China Terus Menyusut ke Titik Terendah
Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Diplomatik ke Eropa
Trump Kumpulkan 20 Negara Bentuk Dewan Perdamaian, Prancis dan Inggris Menjauh
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Davos