Perburuan planet di luar tata surya kita mungkin baru saja mendapat angin segar. Sebuah studi terbaru yang dirilis akhir Februari lalu mengungkap sebuah "jalan pintas" yang cukup menjanjikan. Intinya, para astronom kini punya cara lebih cerdas untuk mencari dunia asing: cukup dengan mengamati sinyal samar dalam cahaya sebuah bintang.
Selama ini, misi pencarian eksoplanet seringkali seperti mencari jarum di tumpukan jerami prosesnya acak dan butuh kesabaran. Nah, teknik baru ini berpotensi mengubah permainan. Caranya dengan memeriksa aktivitas magnetik bintang. Yang menarik, bintang yang tampak "tenang" atau kurang aktif secara magnetik justru sering kali menyimpan rahasia.
Menurut penelitian itu, ketenangan itu bisa jadi tipuan. Di baliknya, mungkin tersembunyi planet-planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya.
Lho, kok bisa? Ternyata, radiasi intens dari bintang tersebut mampu menghancurkan planet yang terlalu dekat. Proses kehancuran ini menghasilkan debu dan gas yang kemudian menyerap frekuensi cahaya tertentu. Penyerapan inilah yang membuat si bintang terlihat lebih kalem dari yang sebenarnya. Jadi, ketenangan itu adalah jejak, sebuah petunjuk visual bahwa ada sesuatu mungkin sebuah dunia yang sedang hancur mengelilinginya.
Dari Tragedi Kosmis Menjadi Petunjuk
Fenomena ini memang berawal dari nasib buruk sebuah planet. Bayangkan sebuah planet yang terkikis habis oleh panas dan radiasi bintangnya, meninggalkan ekor puing panjang layaknya komet raksasa. Puing-puing itu bisa bertahan selama jutaan tahun, menjadi "clutter" atau gangguan di sekitar bintang.
Contoh nyatanya adalah K2-22b, yang diamati Teleskop James Webb pada 2025. Nah, "gangguan" dari puing-puing inilah yang justru dimanfaatkan astronom sebagai penanda. Alih-alih mengacaukan data, ia justru membantu mempersempit target pencarian.
Untuk membuktikan hipotesis ini, Matthew Standing dari ESA memimpin sebuah tim internasional. Mereka mengamati 24 bintang yang dicurigai memiliki aktivitas magnetik rendah.
Dengan teleskop di European Space Observatory, Chile, setiap bintang diamati berulang kali selama dua minggu. Mereka mencari goyangan kecil pada cahaya bintang perubahan yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet yang tak terlihat. Metode ini dikenal sebagai teknik kecepatan radial.
Hasilnya? Cukup Mengejutkan
Studi yang dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society itu membuahkan hasil signifikan. Dari 14 bintang yang diamati, mereka mengonfirmasi keberadaan 24 eksoplanet. Tujuh di antaranya adalah temuan baru yang sebelumnya tak dikenal.
Yang lebih menggembirakan, tingkat keberhasilan metode ini disebut delapan hingga sepuluh kali lebih tinggi ketimbang survei konvensional. Ini benar-benar mengukuhkan bahwa bintang yang tampak "pendiam" adalah sasaran empuk untuk menemukan planet-planet yang hidup di ujung tanduk.
Tim peneliti lalu melangkah lebih jauh. Mereka memetakan potensi penemuan di sekitar lingkungan kosmik kita. Dari sekitar 16.000 bintang dalam radius 1.600 tahun cahaya, mereka mengidentifikasi 241 bintang dengan karakteristik serupa aktivitas magnetik yang rendah.
Dengan memproyeksikan hasil studi mereka, diperkirakan ada sekitar 300 planet baru yang masih mengintai, menunggu untuk ditemukan di sistem-sistem bintang tersebut. Memang, sebagian besar planet ini mungkin bukan tempat yang ramah terlalu panas dan terpapar radiasi ganas untuk mendukung kehidupan seperti kita. Namun begitu, setiap penemuan adalah sebuah potongan puzzle baru. Ia membantu kita memahami betapa beragam dan anehnya sistem planet di galaksi Bima Sakti ini.
Sumber: Live Science
Artikel Terkait
Pemerintah Sinyalkan Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik, BBM Subsidi Tetap Dijaga
Persik Kediri Masih Terancam Degradasi, Hadapi Borneo FC di Laga Krusial
Penembakan di Luar Acara Jurnalis Gedung Putih, Trump dan Sejumlah Pejabat Dievakuasi
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Terpukul Sentimen Global