Situasi ini sebenarnya sudah diantisipasi. Kabupaten Bandung Barat sendiri sudah lebih dulu menetapkan Status Siaga Darurat Bencana untuk banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor sejak Oktober tahun lalu. Status itu akan berlaku hingga akhir April 2026.
Tak cuma di tingkat kabupaten. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sudah memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak September 2025. Artinya, kewaspadaan memang sudah ditingkatkan, meski bencana tetap datang tak terduga.
Sementara di lapangan, upaya penyelamatan terus berjalan dengan tensi tinggi. Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk mencari puluhan warga yang masih hilang.
“Saat ini tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon dan juga pemantauan menggunakan drone UAV,”
jelas Staf Operasi SAR Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono.
Menurutnya, operasi pencarian langsung melibatkan drone UAV untuk memetakan area. Begitu ada korban ditemukan, proses evakuasi akan segera dilakukan. Hingga pukul 12.30 WIB, data korban hilang masih bertahan di angka 82 orang. Pencarian terus berlanjut, di tengah harapan yang makin menipis dan cuaca yang tidak menentu.
Artikel Terkait
Trump Kumpulkan 20 Negara Bentuk Dewan Perdamaian, Prancis dan Inggris Menjauh
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Davos
Pukul dan Jaringan: Turnamen Padel AEI-JInfovesta Lahirkan Kolaborasi di Luar Lapangan
Di Balik Mahkota Dunia: Bali di Persimpangan Pariwisata dan Krisis Lingkungan