Lalu, bagaimana dengan kabar bahwa jalur produksi yang digunakan adalah bekas merek lain? Inchcape Indonesia punya penjelasan sendiri. Mereka menegaskan posisinya sebagai mitra manufaktur dengan komitmen investasi jangka panjang. Bagi mereka, kerja sama ini adalah bentuk kontribusi nyata bagi industri otomotif nasional.
Public Relations Manager Inchcape Indonesia, Pramistya Irawati, memberikan klarifikasi. “Inchcape merupakan distributor otomotif global terkemuka dengan investasi jangka panjang di Indonesia, termasuk fasilitas manufaktur lokal yang mendukung pertumbuhan bisnis kami serta merek-merek yang kami wakili, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan industri otomotif nasional,” ujarnya.
Ke depannya, produksi Jaecoo J5 di pabrik Inchcape akan segera berjalan sesuai kesepakatan dengan Chery. Langkah ini bukan sekadar urusan bisnis sesaat, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem manufaktur Jaecoo di dalam negeri.
Pramistya menutup dengan pernyataan tegas. “Inchcape Indonesia telah menandatangani perjanjian manufaktur dengan Chery Motor Indonesia untuk memproduksi kendaraan mereka di tahun 2026. Langkah ini semakin menegaskan komitmen kami terhadap pasar Indonesia serta penguatan ekosistem industri otomotif nasional.”
Jadi, semuanya sudah mulai bergerak. Tinggal kita lihat, bagaimana SUV listrik ini nanti benar-benar membanjiri jalanan.
Artikel Terkait
Tol Solo-Yogya-NYIA Kulon Progo Siap Layani Mudik Lebaran 2026
Detik-Detik Penemuan Lula Lahfah Meninggal di Apartemen Dharmawangsa
Menyusuri Jejak Sukawana: Saat Gunung Tangkuban Perahu Berbisik Cerita
Kredit Bank Melonjak 9,3% di Akhir 2025, Investasi dan Properti Jadi Pendorong