Angka proyeksinya cukup menggembirakan. IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh solid di angka 5,0 persen pada 2025, lalu naik sedikit menjadi 5,1 persen di tahun berikutnya. Proyeksi ini sejalan dengan asesmen internal BI.
Namun begitu, bukan berarti tanpa awan. IMF tetap mengingatkan sejumlah risiko global yang mesti diwaspadai. Mulai dari ketegangan perdagangan, dinamika ekonomi dunia yang tak pasti, sampai gejolak di pasar keuangan global. Semuanya bisa jadi tantangan.
Oleh karena itu, sejumlah rekomendasi diajukan. IMF menyarankan kebijakan moneter dan nilai tukar yang benar-benar berbasis data. Normalisasi kebijakan makroprudensial yang longgar juga perlu dilakukan bertahap. Dan yang krusial: reformasi struktural harus dipercepat untuk memperkuat tata kelola dan iklim investasi.
Menanggapi hal ini, BI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi.
Jadi, pesannya jelas. Optimisme ada, tapi kewaspadaan dan kerja keras untuk memperkuat fondasi ekonomi harus terus berjalan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Bantah Pasar Sepi, Pedagang Daging Dinilai Tetap Buka Lapak
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan di Kawasan Hutan Rawan Bencana
Delapan Negara, Termasuk Indonesia, Dukung Inisiatif Dewan Perdamaian Trump
Hujan Deras Pagi Ini, Gatot Subroto Tersendat Macet dan Kabut