Gubernur DKI Siapkan Opsi WFH dan Sekolah Daring Jika Hujan Ekstrem Kembali

- Rabu, 21 Januari 2026 | 12:50 WIB
Gubernur DKI Siapkan Opsi WFH dan Sekolah Daring Jika Hujan Ekstrem Kembali

Jakarta diguyur hujan deras sepanjang akhir pekan lalu, tepatnya pada 17 dan 18 Januari. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan permukiman warga tak luput dari genangan air. Aktivitas warga pun ikut terganggu.

Merespons kejadian itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap situasi serupa tidak terulang. Apalagi di hari-hari kerja. Pasalnya, saat banjir melanda pekan lalu, kebetulan sedang masa libur panjang. Alasan itulah yang membuat Pemprov DKI kala itu tidak memberlakukan sistem kerja dari rumah atau WFH.

"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,"

Demikian penjelasan Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Namun begitu, ia menegaskan sikap berbeda akan diambil jika hujan ekstrem dan banjir terjadi pada hari biasa. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak akan ragu memutuskan penerapan WFH bagi ASN. Kebijakan serupa juga bakal menyasar dunia pendidikan, dengan mengaktifkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk para pelajar.

"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,"

Di sisi lain, Pramono mengungkap upaya pencegahan yang telah dijalankan. Untuk mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi, pihaknya telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Yang menarik, anggaran yang disiapkan untuk operasi ini cukup lama, yakni selama satu bulan penuh.

"Operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kenapa itu kami lakukan? Kami tidak ingin kemudian apa ya, karena ini memang cuaca ini lagi ekstrem sekali,"

Langkah itu, menurutnya, adalah bentuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca yang dinilai sedang dalam kondisi ekstrem.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar