Jakarta diguyur hujan deras sepanjang akhir pekan lalu, tepatnya pada 17 dan 18 Januari. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan permukiman warga tak luput dari genangan air. Aktivitas warga pun ikut terganggu.
Merespons kejadian itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap situasi serupa tidak terulang. Apalagi di hari-hari kerja. Pasalnya, saat banjir melanda pekan lalu, kebetulan sedang masa libur panjang. Alasan itulah yang membuat Pemprov DKI kala itu tidak memberlakukan sistem kerja dari rumah atau WFH.
"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,"
Demikian penjelasan Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Namun begitu, ia menegaskan sikap berbeda akan diambil jika hujan ekstrem dan banjir terjadi pada hari biasa. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak akan ragu memutuskan penerapan WFH bagi ASN. Kebijakan serupa juga bakal menyasar dunia pendidikan, dengan mengaktifkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk para pelajar.
Artikel Terkait
Transjakarta, MRT, dan LRC Tembus 461 Juta Penumpang, Terbaik Kedua di Asia Tenggara
LPEM UI Desak BI Rate Bertahan di 4,75% di Tengah Badai Inflasi dan Rupiah Lunglai
Prabowo Cabut Izin Agincourt, Tambang Emas Martabe Terancam Berhenti Beroperasi
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Aturan di Kawasan Hutan