Di sepanjang jalur Sungai Mahakam, tepatnya di beberapa dermaga bongkar muat tambang, ada pemandangan yang tak biasa. Tumpukan batu bara menumpuk begitu saja, seolah tak bertuan. Rupanya, ini bukan stockpile biasa. Dari pantauan Ditjen Gakkum Kementerian ESDM, material yang tercecer itu berat totalnya mencapai sekitar 50.000 ton. Dugaan sementara, batu bara sebanyak itu berasal dari aktivitas pertambangan ilegal.
Lokasi penemuannya tersebar di enam titik berbeda. Beberapa ada di pelabuhan khusus atau jetty batu bara, lainnya berada di area penambangan di Kecamatan Loa Kulu dan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Temuan ini bukan kebetulan, melainkan hasil operasi pengamanan selama dua hari penuh, 14 sampai 15 Januari 2026.
Menurut Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Jeffri Huwae, tumpukan batu bara itu sebenarnya adalah kekayaan negara yang sangat rawan hilang. Makanya, timnya langsung turun tangan untuk mengamankannya.
"Saat ini stockpile batu bara tersebut telah dilakukan pengamanan dengan pemasangan barikade menggunakan garis atau segel Ditjen Gakkum ESDM, serta dipasangi spanduk/plang larangan yang menyatakan bahwa tumpukan tersebut merupakan aset negara,"
Jeffri menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Artikel Terkait
Gubernur DKI Siapkan Opsi WFH dan Sekolah Daring Jika Hujan Ekstrem Kembali
Audi Buka Rahasia Livery F1 2026, Sinyal Era Baru di Sirkuit
Jacksen F. Tiago Ambil Alih Kendali MilkLife Soccer Challenge Putri
Lavrov Bantah Rusia Ingin Greenland: Itu Bukan Masalah Kami