Di Lancaster House, London, suasana forum pendidikan Indonesia-Inggris terasa hangat. Presiden Prabowo Subianto, yang hadir pada Selasa (20/1) itu, menyampaikan ajakan langsung. Ia mengajak perguruan tinggi ternama Inggris untuk bekerja sama mendirikan sepuluh universitas baru di tanah air.
“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas," ujar Prabowo kepada para wartawan usai acara.
Menurutnya, kolaborasi ini bakal fokus pada sektor teknologi dan digital. Tujuannya jelas: menciptakan perguruan tinggi yang nantinya bisa disejajarkan dengan yang terbaik di dunia. Prabowo mencontohkan, beberapa institusi Inggris sudah punya kampus di Singosari dan Bandung. “Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar,” tegasnya.
Namun begitu, latar belakang rencana ini ternyata cukup mendesak. Sebelum mengutarakan kerja sama, Prabowo mengungkap sebuah masalah krusial: Indonesia sedang menghadapi defisit tenaga medis yang sangat besar.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya,” katanya.
Dia menyebut angka kekurangannya mencapai 140 ribu dokter. Itu belum termasuk dokter gigi. Persoalannya jadi rumit karena ketika angka itu tercapai, banyak pula dokter yang sudah memasuki masa pensiun. “Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” imbuhnya.
Oleh karena itu, rencana pendirian sepuluh universitas baru itu bukan sekadar wacana. Kampus-kampus ini akan dikhususkan untuk pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, plus sains dan teknologi. Standarnya pun ingin diangkat setinggi mungkin.
Artikel Terkait
Chief Mouser Larry Curi Perhatian Saat Sambut Presiden Prabowo di Downing Street
50.000 Ton Batu Bara Ilegal Diamankan di Tepian Sungai Mahakam
Prabowo Bongkar Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama hingga Digitalisasi untuk Putus Rantai Kemiskinan
Medan Ekstrem Bulusaraung: Tantangan Berat di Balik Pesona dan Tragedi