MilkLife Soccer Challenge Merambah Kalimantan, Dukungan Bayan Peduli Pacu Sepak Bola Putri

- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:54 WIB
MilkLife Soccer Challenge Merambah Kalimantan, Dukungan Bayan Peduli Pacu Sepak Bola Putri

Ia berharap iklim positif dari seri sebelumnya bisa terus terbawa. Apalagi, kini ada nama besar yang ikut mengawal: Jacksen Ferreira Tiago, mantan pelatih timnas yang sekarang jadi Direktur Akademi Borneo FC, bakal jadi Head Coach MLSC bersama Timo Scheunemann.

"Dampak MLSC itu kami lihat enggak cuma pada skill pemain. Ekosistemnya juga ikut tumbuh. Banyak sekolah dan SSB putri baru bermunculan setelah MLSC datang. Itu efek domino yang sangat kami dambakan. Kehadiran Jacksen, yang reputasinya sudah tak perlu diragukan lagi, baik sebagai pelatih maupun pemain dulu, kami harap bisa memantik semangat dan tentunya meningkatkan kualitas peserta," lanjutnya.

Untuk format pertandingannya, MLSC 2025-2026 tetap mempertandingkan format 7 vs 7 untuk kategori usia 10 dan 12 tahun. Mereka juga kembali ngadain Festival SenengSoccer buat anak U-8, plus Skill Challenge sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak dini.

Nanti, setelah dua seri rampung di semua kota, acara puncaknya adalah MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Event ini akan mempertemukan talenta terbaik hasil kurasi sepanjang turnamen. Mereka akan dapat pelatihan intensif di program MilkLife Soccer Extra Training sebelum bertanding.

Ada yang beda di All-Stars tahun ini: formatnya berubah dari 7 vs 7 jadi 9 vs 9. Ajang puncak ini rencananya digelar Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. Para bintang muda ini akan mewakili kota masing-masing dan berebut gelar juara.

Nih, jadwal lengkap MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 buat kamu catat:

  • Semarang & Tangerang: 13 – 18 Januari 2026
  • Bandung & Yogyakarta: 27 Januari – 1 Februari 2026
  • Solo & Jakarta: 10 – 15 Februari 2026
  • Samarinda: 23 – 26 April 2026 (didukung Bayan Peduli)
  • Bekasi: 28 April – 3 Mei 2026
  • Banjarmasin: 30 April – 3 Mei 2026 (didukung Bayan Peduli)
  • Kudus & Surabaya: 12 – 17 Mei 2026
  • Malang: 19 – 24 Mei 2026

Bicara soal dampak, cerita Janeeta Alodya bisa jadi contoh nyata. Buat dia, kehadiran MLSC punya arti yang sangat besar. Janeeta yang memang suka sepak bola sempat ditolak saat mau daftar SSB. Akhirnya, ia memilih berlatih futsal karena lebih terbuka.

Tapi di tahun 2024 lalu, sekolahnya ikut serta dalam MLSC Semarang. Janeeta pun mencoba. Di sanalah ia menemukan kembali semangatnya di sepak bola. Kini, prestasinya luar biasa: jadi Top Scorer U-12 di MLSC Semarang Seri 2 dan membawa timnya jadi juara dua kali berturut-turut. Kisahnya yang sederhana itu menunjukkan bagaimana sebuah kompetisi bisa mengubah jalan seorang anak.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar