Suasana hangat terasa dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan masyarakat Indonesia di London. Dari sekian banyak wajah, ada satu yang punya cerita khusus: Steve Mara. Mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh S3 di University of Bradford ini bukan pertama kalinya bertemu Prabowo. Mereka pernah berjumpa sebelumnya, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menhan.
“Saya sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Bapak Presiden,” ujar Steve, suaranya terdengar penuh apresiasi.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah datang mengunjungi kami di Inggris.”
Bagi Steve, ada satu hal yang konsisten dari sosok presiden itu: pesan perdamaian. Di tengah dunia yang menurutnya dipenuhi konflik dan ketegangan, Prabowo selalu menekankan hal itu. “Terima kasih untuk kerja kerasnya, untuk semangatnya untuk Indonesia,” lanjutnya. “Kita tahu di situasi dunia yang lagi kurang baik, tidak damai, tetapi Bapak Presiden selalu hadir dengan pesan perdamaian dan ini sangat luar biasa.”
Pertemuan di London itu punya momen yang personal. Steve membawa serta bukunya yang baru dirilis akhir 2025, berjudul “We All Want to Live in Peace”. Buku itu langsung dia serahkan kepada Presiden.
Artikel Terkait
Waspada! Kaleng Gembung dan Penyok Bisa Jadi Sinyal Bahaya Makanan Kaleng
Museum Nasional Bidik 780 Ribu Pengunjung pada 2026
Menkeu Purbaya Siap Sidak Perusahaan Baja China yang Diduga Main Kucing-kucingan Pajak
Vaksinasi Gratis di Jakarta Pusat: 6.000 Hewan Disuntik Cegah Rabies