Kilang Balikpapan Borong Penghargaan di Bangkok Berkat Inovasi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:40 WIB
Kilang Balikpapan Borong Penghargaan di Bangkok Berkat Inovasi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Kilang Balikpapan Pertamina baru saja mencatatkan prestasi di kancah internasional. Pada awal Januari 2026 di Bangkok, Thailand, inovasi mereka meraih apresiasi bergengsi dari National Research Council of Thailand (NRCT). Penghargaan ini datang untuk terobosan formula bahan bakar diesel bersulfur rendah, Pertadex.

Yang menarik, inovasi ini tak sekadar soal produk baru. Menurut keterangan perusahaan, formula Pertadex justru menjadi solusi cerdas untuk persoalan komposisi Avtur, bahan bakar pesawat. Intinya, mereka berhasil meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengganggu pasokan Avtur yang sudah ada.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk adaptasi.

“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujar Anto dalam pernyataan resminya, Selasa (20/1/2026).

Dampaknya cukup signifikan. Di tahun 2022 saja, inovasi ini telah menghasilkan lifting hingga 1.629 ribu barrel. Kontribusi keuntungannya mencapai 7,2 juta USD. Tak cuma itu, waktu produksi bisa dipangkas hampir tiga hari dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari. Dari sisi lingkungan, emisi karbon berhasil ditekan hingga 1.399 ton per tahun.

Nah, atas semua keunggulan itu, KPI Unit Balikpapan pulang membawa segudang penghargaan: Gold Medal, Invention Presentation, dan Exhibiting Valuable Invention. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong.

Hebatnya lagi, tim inovator Pertamina juga dapat Special Award dari asosiasi inventor Polandia, API&R. CEO API&R, Michal Szota, yang menyerahkannya sebagai bentuk apresiasi khusus.

Sebagai bagian dari komitmen, tim juga terlibat dalam forum IPITEX. Ajang tahunan ini memang jadi panggung bagi para penemu dari berbagai belahan dunia untuk memamerkan karya terbaik mereka.

Sebelumnya, inovasi ini sudah lebih dulu menyabet penghargaan tertinggi Platinum di ajang internal Pertamina, APQA 2025. Proyek yang diketuai Adimas Prasetyaaji ini melibatkan sejumlah nama seperti Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, dan Faizal Ramadhan Nur, dengan fasilitator Ferdana Eldriansyah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan sudut pandang lain.

"Ini adalah bentuk konkret tranformasi berkelanjutan Pertamina, dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan mencapai target ketahanan energi nasional," kata Baron.

Baginya, penghargaan internasional ini membuktikan kapabilitas karyawan Pertamina yang mampu bersaing secara global. Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan dinilai strategis karena menciptakan nilai tambah finansial sekaligus mendukung komitmen pengurangan emisi.

Prestasi di IPITEX 2026 ini jelas memperkuat posisi Kilang Balikpapan sebagai pelopor inovasi di sektor energi nasional. Sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam peta inovasi global. Tahun itu, ajang IPITEX diikuti oleh 883 peserta dari 24 negara, mulai dari China, Jepang, Korea Selatan, hingga Polandia dan Rusia.

Sebuah pencapaian yang patut dicatat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar