Geliat Industri 2026: 1.236 Pabrik Baru Siap Serap 218 Ribu Pekerja

- Minggu, 18 Januari 2026 | 22:10 WIB
Geliat Industri 2026: 1.236 Pabrik Baru Siap Serap 218 Ribu Pekerja

Di sisi lain, Industri Kimia, Farmasi, dan Obat juga diproyeksi tumbuh tinggi. Pasca-pandemi, kesadaran masyarakat akan kesehatan tetap terjaga, sehingga permintaan untuk produk-produk terkait kesehatan dan bahan kimia industri diperkirakan terus merangkak naik.

Lalu bagaimana dengan pasar ekspor? Targetnya ambisius. Kemenperin mengincar kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional di 2026. Angka itu tertuang dalam Rencana Strategis mereka untuk periode 2025–2029.

Caranya? Melalui diversifikasi pasar, meningkatkan daya saing produk, serta tentu saja, memperkuat kerja sama dagang dan promosi di kancah global.

Dari segi ketenagakerjaan, targetnya sektor ini akan menyerap 14,68 persen dari total angkatan kerja nasional di tahun yang sama. Dengan catatan, produktivitas per pekerja ditargetkan mencapai Rp126,20 juta per tahun.

Untuk mewujudkan semua itu, investasi di sektor ini pada 2026 ditargetkan melesat hingga Rp852,90 triliun. Tapi semua rencana ini tentu butuh dukungan. Keberlanjutan kebijakan pemerintah dinilai krusial mulai dari paket stimulus, pengendalian impor barang jadi yang membanjiri pasar, hingga penyederhanaan perizinan berusaha. Faktor-faktor itulah yang akan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Dengan penguatan yang simultan dari sisi pasokan dan permintaan, Kemenperin optimis. Mereka yakin industri manufaktur nasional bisa tumbuh di atas 5 persen pada 2026.

"Serta terus memberikan kontribusi nyata," pungkas Agus, "baik untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, maupun peningkatan daya saing industri kita di mata dunia."

(NIA DEVIYANA)


Halaman:

Komentar