Pabrik Ban Rp 3,9 Triliun Sailun Beroperasi di Demak, Targetkan Pasar Otomotif RI

- Minggu, 18 Januari 2026 | 18:36 WIB
Pabrik Ban Rp 3,9 Triliun Sailun Beroperasi di Demak, Targetkan Pasar Otomotif RI

Di sebuah kompleks industri di pesisir Demak, Jawa Tengah, mesin-mesin sudah mulai berdentum sejak pertengahan tahun lalu. PT Sailun Manufacturing Indonesia resmi memulai produksi lokal ban mereka di sana. Investasinya tak main-main, mencapai Rp 3,9 triliun atau setara 251 juta dolar AS.

“Ini proyek strategis kami,” ujar Gao Liting, Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, dalam sebuah kesempatan di Semarang, Sabtu (17/1/2026).

“Total investasinya 251 juta dolar AS, dan pabrik ini sudah beroperasi sejak Mei 2025 lalu,” jelasnya.

Pabrik yang berdiri di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS) itu bukan cuma buat satu dua jenis ban. Mereka memproduksi beragam varian, mulai dari ban radial untuk mobil penumpang (PCR), truk dan bus (TBR), hingga ban untuk kendaraan off-road (OTR). Tak lupa, ban dalam dan flap juga mereka hasilkan di tempat yang sama.

Kapasitasnya cukup besar. Setiap tahunnya, fasilitas ini bisa menghasilkan 3 juta unit ban mobil penumpang. Lalu ada 600 ribu ban untuk truk dan bus, serta 37 ribu ton ban off-road. Tujuannya jelas: memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan portofolio yang lengkap, dari kendaraan sehari-hari sampai alat berat.

Lantas, mengapa memilih Indonesia?

Menurut Gao, salah satu alasan utamanya adalah potensi pasar yang sangat menjanjikan. Indonesia punya pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, dengan ekosistem industri yang terus berkembang pesat. Dengan hadir di sini, Sailun bisa lebih dekat dengan konsumen dan merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat.

“Kehadiran pabrik lokal memungkinkan respons pasar yang jauh lebih cepat,” ungkapnya.

Di sisi lain, langkah ini juga punya nilai strategis yang lebih luas. Keberadaan pabrik di Indonesia melengkapi klaster manufaktur Sailun di Asia Tenggara, setelah sebelumnya mereka juga hadir di Vietnam dan Kamboja. Jaringannya yang kian rapat ini bakal memperkuat kemampuan pengiriman regional, ketahanan rantai pasok, dan tentu saja, daya saing global mereka.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan material. Indonesia dinilai mampu menyediakan bahan baku penting, seperti baja untuk struktur ban radial, yang tentu saja memudahkan proses produksi.

Lebih Dari Sekadar Pabrik

Namun begitu, fasilitas di Demak ini bukan cuma tempat produksi biasa. Di dalamnya, ada tim research and development (R&D) yang khusus mempelajari karakteristik dan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Tim R&D kami menyesuaikan kompon karet dan desain tapak ban dengan iklim di sini yang panas dan lembab,” urai Gao.

Hasilnya? Ban yang didesain khusus itu diklaim punya daya cengkeram lebih baik di jalan basah dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Riset mereka juga berfokus pada kenyamanan dan keandalan, menyesuaikan dengan karakteristik berkendara masyarakat lokal.

“Kami menghadirkan lini produk yang tersegmentasi dengan jelas,” tandasnya.

Mulai dari ban yang nyaman dan efisien untuk berkendara di perkotaan, ban all-terrain untuk medan yang lebih kompleks, hingga ban heavy-duty untuk lingkungan kerja yang ekstrem. Semuanya dirancang agar pas dengan kondisi riil di Tanah Air.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar