Kesuksesan di tanah air ini sebenarnya cerminan dari momentum global BYD yang sedang pesat. Pada tahun yang sama, 2025, mereka mendistribusikan 4,6 juta unit kendaraan ke seluruh dunia. Yang menarik, satu juta unit di antaranya berasal dari ekspor.
Di kawasan Asia Tenggara, posisi mereka juga kuat. BYD jadi pemimpin pasar di Singapura dan berhasil menjual 50 ribu unit di Thailand. Kesuksesan regional ini seperti efek domino, yang akhirnya turut menguatkan nama mereka di Indonesia.
Yang tak kalah menarik adalah respons pasar terhadap lini premium mereka, Denza. Sejak diluncurkan awal 2025, model Denza D9 langsung diserbu. Liu membagikan bahwa mereka sudah menerima booking lebih dari 10 ribu unit. Luar biasa.
Dengan penjualan 54 ribu unit, Liu menyebut penetrasi kendaraan listrik BYD di Indonesia bahkan telah melampaui angka 10 persen. Bagi dia, ini adalah capaian yang luar biasa, baik dalam skala ASEAN maupun global. Angka itu sekaligus sinyal bahwa pasar Indonesia sudah matang dan benar-benar siap untuk transisi menuju elektrifikasi yang lebih masif.
Ke depan, rencananya akan lebih banyak lagi model yang dibawa ke sini.
"Model-model tahun 2026 nanti akan kami sesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Soal rencana pabrik, kami juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya," pungkas Liu menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Persib Berburu Bek PSG, Kurzawa Didekati untuk Perkuat Lini Belakang
MilkLife Soccer Challenge Semarang: Bibit Masa Depan Timnas Putri Bersinar di Lapangan
Trump Guncang Wall Street dengan Wacana Batas Bunga Kartu Kredit
Arus Balik Libur Panjang: 157 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari