"Tapi yang mereka benci itu kalau ketidakpastiannya terlalu tinggi. Itu susah diukur, susah dimitigasi."
Persaingan ketat dengan negara tetangga jadi tantangan lain. Malaysia dan Thailand, misalnya, juga sama-sama ngotot menarik investor, terutama di sektor strategis seperti pusat data atau data center.
Namun begitu, Indonesia bukan tanpa modal. Rosan menyebut beberapa keunggulan yang bisa diandalkan. Harga listrik kita relatif lebih murah, bonus demografi masih terbuka lebar, dan yang paling penting: stabilitas nasional terjaga dengan baik.
"Stabilitas di negara kita sangat-sangat bagus," tegas Rosan.
"Itu semua aset berharga. Kita tidak boleh terlena, tapi justru harus terus tingkatkan."
Jadi, di tengah badai ketegangan global, strateginya jelas: perbaiki yang di dalam, jaga keunggulan yang ada, dan pastikan investor merasa aman untuk menanamkan modalnya di sini.
Artikel Terkait
Tiga Calon Debutan Bersaing Ketat di Skuad Sementara Timnas Indonesia
Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Mereka yang Tentukan Akhir Perang
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global