Gelombang protes dari kalangan buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 memang tak terhindarkan. Di tengah dinamika itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, angkat bicara. Ia mengakui, isu upah selalu jadi medan perdebatan yang panas antara pekerja dan pengusaha.
"Kalau dari dunia usaha, masalah upah minimum memang pasti selalu ada pro-kontra," ujar Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis lalu.
Namun begitu, ia menggarisbawahi satu hal yang jauh lebih krusial. Persoalan ini bukan cuma soal angka di slip gaji, tapi bersentuhan langsung dengan daya tarik Indonesia di mata investor global.
"Tapi secara umum, yang paling penting adalah bagaimana daya saing Indonesia dibanding negara tetangga, baik bagi diri sendiri dan bagi foreign direct investment," sambungnya.
Di satu sisi, aspirasi buruh yang menuntut kesejahteraan tentu sah dan perlu didengar. Tapi Anindya mengingatkan, ada tanggung jawab besar di pundak dunia usaha untuk menjaga roda perekonomian tetap berputar. Beban operasional perusahaan tidak ringan, dan upah hanyalah satu bagian dari keseluruhan puzzle biaya produksi.
"Tentunya UMP sangat penting," katanya, "tapi juga sama pentingnya logistik, energi, dan lain-lain."
Artikel Terkait
OJK Siapkan Gugatan Perdata sebagai Senjata Terakhir dalam Kasus DSI
Ekspor Mobil China Melonjak 21% di 2025, Didorong Gempuran Kendaraan Listrik
Pabrik Vape Narkoba Rp18 Miliar Digerebek di Apartemen Mewasa Sudirman
Operasi Vape Narkoba di Apartemen Mewah Sudirman Digulung BNN