Barcelona Andalkan False Nine Tanpa Lewandowski untuk Balas Kekalahan 0-4 dari Atletico

- Selasa, 03 Maret 2026 | 05:15 WIB
Barcelona Andalkan False Nine Tanpa Lewandowski untuk Balas Kekalahan 0-4 dari Atletico

Barcelona sedang berada di ambang kehancuran. Ujian terberat musim ini akan mereka hadapi di Camp Nou, saat Atletico Madrid datang dengan modal empat gol. Dan yang lebih mengkhawatirkan, Robert Lewandowski tak bisa turun.

Kekalahan telak 0-4 di Madrid tiga pekan lalu memang menempatkan Blaugrana di ujung tanduk. Untuk sekadar bertahan, mereka wajib membalas dengan mencetak minimal empat gol tanpa balas. Sebuah misi yang hampir mustahil, apalagi tanpa sang striker andalan. Lewandowski absen karena cedera mata yang dialaminya saat melawan Villarreal.

Dengan situasi itu, opsi di lini depan jadi sangat terbatas. Ferran Torres mungkin satu-satunya penyerang murni yang tersisa. Tapi Hansi Flick, sang pelatih, rupanya punya rencana lain. Ia dikabarkan tak akan memainkan striker tradisional sama sekali.

Menurut sejumlah laporan dari lokasi latihan, Flick justru mempertimbangkan skema "false nine" sebagai senjata rahasia. Taktik ini bukan hal baru; Barcelona pernah sukses besar menggunakannya untuk menggilas Real Betis 5-1 di Copa del Rey musim lalu. Intinya, tidak ada ujung tombak statis. Yang ada adalah gelandang atau sayap yang bergerak bebas, saling bertukar posisi, dan bikin pusing pertahanan lawan.

Kalau strategi ini benar-benar dijalankan, Dani Olmo punya peluang besar untuk mengisi peran itu. Dia akan beroperasi di area tengah, dikelilingi oleh kecepatan Lamine Yamal dan skill Raphinha di sayap. Sementara itu, Fermin Lopez bisa maju dari lini kedua sebagai gelandang serang. Pendekatan ini diharapkan memberi fleksibilitas dan mobilitas tinggi dua hal yang sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Atletico yang terkenal rapat.

Namun begitu, pertaruhan Flick tak cuma di lini depan. Sektor belakang juga akan mengalami perubahan. Eric Garcia dihukum absen, sementara Pedri diproyeksikan starter setelah tampil singkat dalam dua laga terakhir. Kabar mengejutkan datang dari sisi kiri pertahanan: Joao Cancelo berpeluang menggantikan Alejandro Balde. Langkah ini jelas untuk menambah daya gedor dan memaksa Giuliano Simeone, bek kanan Atletico, bekerja ekstra keras.

Di jantung pertahanan, duel ketat terjadi antara Gerard Martin dan Ronald Araujo untuk mendampingi Pau Cubarsi. Pilihan siapa pun punya konsekuensi tersendiri.

Jadi, inilah situasinya. Barcelona harus mengejar empat gol tanpa striker utama. Mereka mengandalkan strategi licik, efektivitas serangan yang tak terduga, dan tentu saja, soliditas di belakang. Leg kedua ini benar-benar ujian terbesar bagi Flick sepanjang musim.

Dengan "false nine" sebagai kartu truf, Barcelona berharap bisa menciptakan comeback spektakuler. Sebuah momen yang, jika berhasil, pasti akan dikenang dalam sejarah panjang Copa del Rey.

Semuanya akan terjawab Rabu dini hari nanti, 4 Maret 2026, tepat pukul 03.00 WIB.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar