Prabowo Beri Sinyal Kuat, Industri Tekstil dan Garmen Menanti Langkah Nyata

- Kamis, 15 Januari 2026 | 12:20 WIB
Prabowo Beri Sinyal Kuat, Industri Tekstil dan Garmen Menanti Langkah Nyata

Lalu, ada program hilirisasi yang juga dibahas. Ini disebut-sebut sebagai kunci untuk meningkatkan nilai tambah. Dengan rantai yang panjang, hilirisasi bisa memperkuat kemandirian sekaligus menjaga peran sektor ini sebagai penyedia kerja dan penggerak ekonomi.

Pembahasan rapat terbatas di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, ternyata cukup luas. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membeberkan, selain tekstil, rapat juga membahas penguatan sektor otomotif dan elektronik lewat investasi teknologi semikonduktor.

“Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik,” jelas Teddy.

Kembali ke tekstil, pengembangan teknologi dan semikonduktor ini dinilai punya dampak strategis untuk menerapkan industri 4.0. Masalahnya, ketergantungan pada mesin impor masih tinggi. Maka, penguatan industri permesinan dalam negeri jadi agenda yang tak kalah penting.

Harapan Anne Sutanto jelas. Arahan presiden harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Deregulasi, debirokratisasi perizinan, penyediaan energi bersaing, plus dukungan fiskal dan pembiayaan. Itu semua kuncinya.

“Dengan kebijakan yang terintegrasi, industri garmen dan tekstil dapat kembali meningkatkan daya saing,” pungkasnya. Dan memperkuat posisinya, tentu saja, sebagai tulang punggung manufaktur padat karya di tanah air.


Halaman:

Komentar