Elon Musk akhirnya mengambil langkah. Platform X, yang ia miliki, resmi membatasi fitur kontroversial pada chatbot Grok. Fitur yang dimaksud? Kemampuan untuk membuat gambar deepfake seseorang dengan pakaian yang sangat minim.
Langkah pembatasan ini bukan tanpa sebab. Tekanan datang dari berbagai penjuru, terutama setelah otoritas California, AS, meluncurkan penyelidikan formal terhadap xAI perusahaan AI milik Musk yang berada di balik Grok. Tapi California bukan satu-satunya. Beberapa negara lain pun mulai bergerak, ada yang memblokir akses ke Grok, ada pula yang membuka penyelidikan serupa.
Dalam pernyataannya, X terang-terangan mengumumkan batasan baru itu.
Pernyataan itu dikutip dari AFP, Kamis lalu.
Semua berawal dari fitur "Spicy Mode" yang ditawarkan Grok. Fitur ini, rupanya, memungkinkan hal yang mengerikan: pengguna bisa membuat deepfake seksual perempuan dan anak-anak hanya dengan perintah teks sederhana. Cukup ketik "pakaikan dia bikini" atau "lepaskan pakaiannya," dan AI akan menuruti. Praktik ini langsung memicu gelombang kecaman global.
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang