JAKARTA – Kabar terbaru soal kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi ternyata punya perkembangan menarik. Dari ruang sidang, sorotan kini beralih ke meja penyidik Polda Metro Jaya. Ternyata, dua tersangka dalam kasus itu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, sudah mengajukan permohonan restorative justice atau RJ sejak dua pekan silam.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan. "Jadi, ada permohonan RJ dua minggu yang lalu oleh Elida Netty," ujarnya dalam sebuah program talkshow di iNews, Selasa (13/1/2026).
Menurut Lechumanan, permohonan itu diajukan melalui kuasa hukum mewakili Eggi dan Damai.
"Memang dua minggu yang lalu sudah diajukan," tegasnya.
Tak lama setelah pengajuan, ia mengaku mendapat telepon dari penyidik. Mereka memintanya datang ke Mapolda untuk membahas permohonan tersebut. Lechumanan pun menyambut. "Akhirnya, kemudian tadi saya ke sana, saya bilang ya oke kalau memang permohonan itu dari mereka ya kita enggak ada masalah," tuturnya.
Namun begitu, gosip seputar pengajuan damai ini justru memanas di luar ruang penyidik. Beredar spekulasi liar tentang adanya tawaran proyek fantastis nilainya disebut-sebut triliunan rupiah kepada Eggi Sudjana. Syaratnya? Cuma satu: minta maaf kepada Jokowi.
Gosip ini muncul bukan tanpa sebab. Semuanya berawal dari sebuah pesan WhatsApp yang dikirim Eggi Sudjana ke seorang kreator konten, Michael Sinaga. Isinya konflik membahas soal tawaran itu.
Lechumanan sendiri mengaku kaget mendengar kabar tersebut. "Benar, benar. Saya kaget tadi apa yang disampaikan Michael itu ya kaget kita. Saya jadi bingung gitu kan," akunya.
Ia bahkan meragukan keaslian pesan itu. "Apakah itu benar memang Bang Eggi yang SMS, WA langsung, atau anaknya atau siapa?"
Keraguan Lechumanan punya alasan. "Untuk, mohon maaf ya, untuk keadaan Eggi sekarang tidak memungkinkan bisa me-WA dengan begitu bagus rangkaian katanya menurut saya nih ya," katanya, memberi jeda.
Pesan kontroversial itu sempat diperlihatkan ke pembawa acara, Aiman Witjaksono, di lokasi. Saat itu juga, Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution, ikut mencocokkan nomor kontak yang tertera. Hasilnya? Nomornya memang milik Eggi.
Menyikapi semua ini, Lechumanan tampak berhati-hati. Ia tak mau buru-buru mengambil kesimpulan. "Berarti Eggi menurut saya ya memiliki dua kepribadian, yaitu ya nanti kita lihat saja, kan gitu kan. Karena ada permohonan RJ," ucapnya, menutup perbincangan dengan nada yang masih penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
Kemenhub Godok Aturan Integrasi Tarif dan Tiket Transportasi Multimoda
Dubes Iran Bantah Klaim Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Ketua Ombudsman RI Ditahan Usai Ditahan Terkait Suap Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang
Ketua Ombudsman Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Suap Nikel Rp1,5 Miliar