Cuaca buruk memaksa Dinas Perhubungan Jakarta untuk menghentikan sementara operasional kapal cepat ke Kepulauan Seribu. Ini bukan sekadar peringatan biasa. Gelombang laut yang ganas dan hujan deras membuat pelayaran dari Pelabuhan Muara Angke dinilai terlalu berisiko untuk diteruskan.
Keputusan ini diambil secara antisipatif. Menurut Dishub, keselamatan penumpang adalah hal yang tak bisa ditawar. Mereka mengacu pada informasi cuaca ekstrem dari BMKG dan, yang tak kalah penting, izin berlayar dari KSOP Muara Angke juga belum keluar. Jadi, semuanya serba berhenti.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub Jakarta, Muhamad Wildan Anwar, menegaskan hal itu.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, kondisi perairan saat ini belum memungkinkan untuk pelayaran kapal cepat menuju Kepulauan Seribu," jelasnya.
Lalu, rute mana saja yang terdampak? Setidaknya ada empat lintasan utama yang kini vakum. Rute pertama mencakup Muara Angke menuju Pulau Untung Jawa, Lancang, Payung, hingga Tidung. Rute kedua ke arah Untung Jawa, Pari, Panggang, dan Pramuka. Ada juga yang langsung ke Pari, Pramuka, dan Kelapa. Serta satu rute lagi menghubungkan Muara Angke dengan Kelapa dan Sabira. Semuanya terpaksa ditutup sementara.
Artikel Terkait
Tarif Kereta Jepang Naik, Liburan ke Negeri Sakura Bakal Lebih Mahal
KPK Dalami Aliran Rp600 Juta ke Anggota DPRD Bekasi
Menko Airlangga Anggap Ancaman Tarif Trump ke Iran Tak Ganggu Perekonomian Indonesia
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025