Pagi itu, udara di lereng antara Merapi dan Merbabu masih terasa segar. Saya menuju Air Terjun Kedung Kayang, sebuah spot wisata alam di bawah kawasan Ketep, Magelang. Tempat ini memang bukan rahasia lagi, sering didatangi warga sekitar maupun pelancong yang ingin sekadar melepas penat. Saya sengaja datang lebih awal, menghindari kerumunan, menikmati kesunyian yang masih tersisa.
Aksesnya terbilang mudah. Kendaraan roda dua maupun empat masih bisa menjangkau area masuk tanpa kendala berarti. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni jalur setapak. Awalnya, jalanan semen rapi. Namun semakin ke bawah, lantai alam mulai berbicara: tanah dan bebatuan mendominasi. Untungnya, pijakan sudah disediakan, membuat trek ini cukup aman untuk dilalui. Suara gemericik air mulai terdengar samar, dan tak lama kemudian, aliran sungai kecil pun terhampar. Untuk sampai ke jantung lokasi, kita harus menyeberanginya dulu. Debit airnya sedang, tidak deras, jadi cukup nyaman untuk diarungi.
Suasana di sekitar air terjun begitu menenangkan. Beberapa pengunjung tampak asyik dengan dunianya masing-masing; ada yang cuma duduk-duduk menikmati pemandangan, ada pula anak-anak yang bermain air dengan riang. Spot seperti ini memang paling pas dinikmati di pagi hari, saat udara segar dan keramaian belum datang. Meski terlihat menawan, tetap ada imbauan untuk berhati-hati. Area tepat di bawah jatuhan air, misalnya, dikenal cukup dalam dan berbahaya.
Seorang pengunjung bernama Sasa yang saya temui membenarkan hal itu.
Artikel Terkait
Menko Airlangga Anggap Ancaman Tarif Trump ke Iran Tak Ganggu Perekonomian Indonesia
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025
Knesset Bergemuruh: Seruan Pendudukan Gaza Langgar Rencana Damai AS