Di Stadio Olimpico yang ramai, Minggu dini hari WIB lalu, Jay Idzes mendapat tugas yang tak mudah: menghadang Paulo Dybala. Bek andalan Timnas Indonesia itu dituntut tampil maksimal saat Sassuolo menjalani laga tandang melawan AS Roma. Hasilnya? Sassuolo harus menyerah 0-2. Tapi, di tengah kekalahan itu, performa "Bang Jay" di lini belakang tak bisa dibilang buruk. Dia bermain kompetitif.
Babak pertama bahkan sempat mengarah pada dominasi Sassuolo. Neroverdi begitu mereka biasa dipanggil terlihat lebih menguasai permainan. Kendali ada di kaki mereka. Namun begitu babak kedua berjalan, situasi berubah drastis. AS Roma, si serigala ibu kota, mengubah pola serangan. Jay Idzes dan kawan-kawan mulai tertekan.
Kebuntuan akhirnya pecah. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, gawang Sassuolo bobol dua kali. Manu Kone membuka skor pada menit ke-76, disusul Matias Soule tiga menit kemudian. Dua gol itu cukup untuk mengamankan tiga poin bagi Roma di pekan ke-20 Serie A musim 2025-2026 ini.
Media Italia, Sassuolo News, kemudian mengulas penampilan Idzes. Mereka memberi apresiasi khusus atas tugasnya melumpuhkan striker AS Roma, Evan Ferguson.
"Penyesuaian fisik dan posisi di jantung pertahanan Neroverdi, dua atribut kunci dalam menghentikan Ferguson," tulis media tersebut.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027
30 Ribu Hektare Tambak Aceh Hancur Diterjang Banjir, Puluhan Ribu Pembudidaya Terpukul