Kementerian Haji dan Umrah bakal memperkuat barisan petugas haji dengan personel tambahan dari TNI dan Polri. Langkah ini diambil menyusul perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi rencana tersebut usai bertemu di kompleks Istana, Kamis lalu.
"Itu perintah Presiden. Kita akan tambah kontingen dari TNI-Polri," ujarnya.
Dia beralasan, kehadiran personel dari kedua institusi itu diharapkan bisa meningkatkan kinerja layanan. "Mereka biasanya lebih prima. Jadi, tugas di tanah suci bisa berjalan lebih baik," imbuh Dahnil.
Sayangnya, berapa banyak tambahannya masih belum jelas. Angka pastinya masih harus dibicarakan lebih lanjut.
"Persentasenya nanti kita lihat. Pembahasan khususnya belum rampung. Yang jelas, jumlahnya bertambah," tuturnya singkat.
Di sisi lain, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah turut memengaruhi proses seleksi petugas haji. Untuk daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terpaksa ditunda dulu.
Dahnil menjelaskan, penundaan ini berlaku sampai kondisi di tiga provinsi itu benar-benar pulih dan stabil. "Kita tunda sampai waktu yang belum ditentukan. Intinya, tunggu semuanya siap," katanya.
Meski seleksi ditunda, syarat untuk jadi petugas haji di wilayah terdampak tidak akan diubah. Hanya waktunya saja yang akan diberikan kelonggaran.
"Syaratnya tetap. Cuma batas waktunya kita perpanjang, begitu," pungkasnya.
Tak cuma soal seleksi, pelunasan biaya haji untuk calon jemaah di tiga wilayah itu juga akan direlaksasi. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati atas musibah yang terjadi.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi