Deswita Maharani Ceritakan Detik Mencekam Saat Ferry Maryadi Hampir Pergi

- Rabu, 03 Desember 2025 | 09:30 WIB
Deswita Maharani Ceritakan Detik Mencekam Saat Ferry Maryadi Hampir Pergi

Deswita Maharani Ungkap Detik-Detik Menegangkan Ferry Maryadi Nyaris Meninggal

Kejadian itu datang tiba-tiba. Ferry Maryadi, aktor senior yang dikenal publik, mendadak tak sadarkan diri. Saat itu, istrinya, Deswita Maharani, ada di sampingnya.

Ferry sendiri menggambarkan pengalaman itu dengan kata-kata yang cukup menyeramkan. Menurutnya, saat itu rasanya seperti jiwanya sudah pergi meninggalkan raganya.

"Nggak tahulah apa namanya, cuma nggak di sini aja (jiwanya). Saksinya istri saya yang ada di situ,"

Ucap Ferry saat menjadi bintang tamu di FYP Trans7, Senin (1/12) lalu. Semuanya berawal usai mereka pulang dari sebuah rumah sakit di Bandung. Ferry baru saja berobat untuk keram otot, lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Di dalam mobil, Deswita sedang asyik mengobrol lewat telepon. Namun, pandangannya tertuju pada suaminya yang duduk di samping sopir. Tiba-tiba, tubuh Ferry limbung. Dia tak sadarkan diri.

Panik dan cemas langsung menyergap Deswita.

"Tiba-tiba dia merem, badan kebuang ke kanan. Perasaan baru ngobrol. Aku tutup telepon, ada ngeces dari mulutnya. Aku ambil tisu, ternyata posisi dia lidah udah masuk ke dalam sini (tenggorokan), mulut kebuka, dia keringetan banget. Aku bangunin nggak bangun, nggak bergerak, aku pukul dia kencang,"

Kenang Deswita dengan jelas. Melihat suaminya di ambang maut, dia langsung berteriak pada asistennya yang duduk di depan. "Cari IGD terdekat!" serunya. Tapi Ferry tetap tak bergerak, malah mulai mendengkur ngorok.

Deswita terus mengguncang-guncang tubuh Ferry sambil memanggil, "Ayah bangun!" Namun, ada sesuatu yang terlintas di benaknya. Dia teringat sebuah nasihat, bahwa dalam kondisi seperti ini, roh hanya mengenali nama lengkap, bukan panggilan.

"Nggak tahu kenapa aku merasa itu bukan nama dia. Aku ingatnya roh kita tahunya nama kita bukan nama panggilan. 'Ferry Maryadi!', aku pukul jantungnya sekencang itu, sampai dia kehentak ada napasnya, baru balik lagi lidahnya di posisi normal kayak kita,"

sambungnya. Tujuh menit berikutnya adalah momen paling menegangkan dalam hidupnya. Sepanjang perjalanan ke IGD, Deswita tak henti membisikkan nama Ferry Maryadi di telinga suaminya.

Ferry, dari sudut pandangnya, menggambarkan sensasi tak berdaya itu.

"Pada saat itu jangankan ngomong, jari kaki dan tangan aja kaku. Pengin rasanya usap keringat, tapi nggak bisa apa-apa,"

ujarnya. Begitu tiba di IGD, tensi Ferry sangat rendah. Deswita langsung curiga ada yang salah dengan obat yang diberikan.

"Aku kasih tahu (dokternya) ini kayaknya kontraindikasi obat. Dokternya juga sampai, 'oh ya ampun ini dibarengi',"

timpal Deswita. Rupanya, teka-teki itu terpecahkan. Kejadian mengerikan di September 2024 itu terjadi karena sebuah kesalahan komunikasi soal dosis obat.

Ferry diberikan obat dengan dosis yang cukup keras pagi harinya di Bandung. Sayangnya, informasi vital ini luput disampaikan Deswita kepada dokter sebelum Ferry disuntik obat lain.

"Dosis yang dikasih sama dokter di Bandung keras banget. Aku lupa sampein, kalau jam 7 pagi itu dia baru minum obat itu. Jam 8.30 dia disuntik, kalau suntik langsung ke darah. Badan dia nggak kuat,"

tutup Deswita menjelaskan akar masalahnya. Kombinasi dua obat kuat dalam waktu berdekatan itulah yang nyaris merenggut nyawa Ferry Maryadi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar