Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Dalam sambutannya, ia tak menyembunyikan rasa bangga. Baginya, panggung ini adalah pembuktian.
"Ini merupakan panggung pembuktian, bahwa musisi muda dari Indonesia Timur bukan hanya pelengkap, tapi telah menjadi poros utama industri kreatif dan musik di tanah air," ungkap Hendrik.
Harapannya ke depan tentu lebih besar. Ia ingin momentum ini jadi batu loncatan. Bukan cuma untuk merajai pasar lokal, tapi juga menembus kancah internasional.
"Saya berharap event begini akan menjadi ajang untuk melahirkan musisi-musisi Tanah Air. Agar genre Indonesia Timur bisa menjadi ikon musik nasional dan bisa juga mendunia," kata Hendrik.
Panggung malam itu benar-benar dihiasi bintang. Ada Fresly Nikijuluw, Wizz Baker, Mario G Klau, dan Toton Caribo. Tak ketinggalan Vicky Salamor, Mitha Talahatu, Doddie Latuharhary, Juan Reza, Willy Sopacua, serta Moluccan Soul.
Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Lirik yang puitis, beat yang asyik, ditambah karakter vokal yang kuat itulah resepnya. Kekuatan utama musik Timur yang kini berhasil memikat hati banyak orang dari berbagai kalangan.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027
30 Ribu Hektare Tambak Aceh Hancur Diterjang Banjir, Puluhan Ribu Pembudidaya Terpukul